Konten dari Pengguna

Penyebab Kucing Kencing Darah yang Tak Boleh Disepelekan

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab kucing kencing darah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab kucing kencing darah. Foto: Pixabay

Penyebab kucing kencing darah kadang tidak diketahui secara pasti oleh pemilik sehingga menimbulkan kepanikan. Kencing darah dalam dunia kesehatan dikenal sebagai hematuria. Tanda-tanda hewan peliharaan Anda mengalaminya antara lain terjadi perubahan warna urin menjadi kecokelatan maupun kemerahan.

Penyebab Kucing Kencing Darah agar Tidak Salah Bertindak

Ilustrasi penyebab kucing kencing darah. Foto: Pixabay

Terdapat beberapa penyebab kucing kencing darah. Kondisi ini bisa jadi gejala penyakit ringan yang dapat sembuh sendiri atau penyakit berat yang membutuhkan penanganan khusus. Lantas bagaimana jika kucing mengalami kencing darah? Ketahui lebih dulu penyebabnya seperti berikut ini.

1. Kristal dalam Urin

Kristal dalam urin atau dikenal dengan kristaluria bisa mengakibatkan uretra tersumbat pada kucing jantan sehingga ia tidak dapat buang air kecil. Kondisi ini lambat laun akan semakin parah dan bisa meningkat menjadi gagal ginjal hingga kematian.

Lain halnya dengan kucing betina. Kristal mineral di dalam air seni (umumnya adalah struvite atau kalsium oksalat) mengakibatkan pembentukan batu yang terdapat di ginjal, kandung kemih, serta ureter atau saluran penghubung ginjal dan kandung kemih. Ketika terbentuk batu kalsium oksalat pada kucing, perlu dilakukan prosedur pembedahan untuk menghilangkannya.

2. Infeksi Saluran Kemih

Gangguan kesehatan yang menyebabkan kencing darah selanjutnya adalah infeksi saluran kemih. Penyakit ini biasanya diderita oleh kucing yang sudah tua karena adanya penurunan fungsi organ ginjal. Kucing yang berusia tua umumnya mempunyai urin yang lebih encer. Infeksi mungkin hanya terjadi di kandung kemih atau untuk kasus lebih serius bahkan melibatkan ginjal.

Infeksi saluran kemih jarang dialami kucing muda karena urin mereka lebih pekat sehingga bakteri tidak bisa tumbuh. Kucing yang mengalami infeksi saluran kemih ditandai dengan terus menerus buang air kecil dan rasa haus berlebih (minum terus menerus). Infeksi saluran kemih bisa diatasi dengan pemberian antibiotik.

3. Sistitis Interstisial

Sistitis interstisial adalah penyakit yang mengakibatkan nyeri, radang, hingga tekanan pada kandung kemih. Kucing yang mengidap sistitis biasanya akan merasakan peningkatan frekuensi buang air kecil dan terlihat mengejan saat hendak kencing.

Demikian beberapa penyebab kucing kencing darah yang tak boleh disepelekan. Sebagai pemilik sudah sepatutnya mengetahui perubahan perilaku serta keadaan hewan peliharaan sehingga bisa memberikan penanganan tepat. (DN)