Perawatan Tanaman Semangka agar Hasilnya Maksimal

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perawatan tanaman semangka merupakan langkah krusial dalam proses penanaman, sehingga perlu dilakukan secara teliti serta konsisten. Selain menenntukan keberhasilan budidaya, perawatan juga akan memengaruhi bentuk dan rasa buah.
Karena itu, agar mendapatkan hasil yang besar dengan rasa manis, diperlukan sejumlah perawatan khusus. Apa saja? Simak di sini.
Perawatan Tanaman Semangka
Semangka merupakan jenis buah yang berasal dari Afrika dan termasuk dalam keluarga labu-labuan. Ciri umum semangka adalah berwarna merah, rasa manis, dan dapat menyegarkan tenggorokan.
Dilansir dari laman Healthline, semangka menjadi salah satu sumber antioksidan dan nutrisi yang baik. Belum lagi, buah ini sangat bagus untuk menambah hidrasi dan meningkatkan kesehatan jantung.
Karena sejumlah manfaatnya inilah, semangka menjadi buah yang banyak dibudidayakan. Namun, ketika menanam sebuah semangka, penting bagi kita untuk melakukan perawatannya dengan benar. Bagaimana contohnya? Berikut langkahnya:
1. Pemangkasan
Langkah pertama dalam perawatan tanaman semangka adalah pemangkasan cabang yang sudah mati atau tidak produktif. Tujuannya adalah untuk membuat semangka tumbuh dengan optimal, segar, dan merangasang pertumbuhan tunas baru.
Pemangkasan juga bisa mengurangi risiko serangan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman. Sebaiknya, pemangkasan dilakukan dengan memotong pucuk tanaman ssebanyak 2 cm.
Proses ini sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan produksi. Ketiganya bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan tanaman.
2. Bersihkan Lahan Secara Rutin
Lahan merupakan bagian penting dalam budidaya semangka. Karena itu, lahan perlu dibersihkan secara rutin agar serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) bisa dicegah.
3. Pemupukan
Dari awal penanaman hingga panen, pemupukan perlu dilakukan sebanyak 4 kali. Pupuk pertama diberikan ketika tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST). Sementara pemupukan kedua saat 14 HST, dan terakhir pemupukan ketiga dilakukan pada 25 sampai 30 HST.
4. Perhatikan Kebutuhan Air
Terakhir, pelaku budidaya juga perlu memperhatikan kebutuhan air tanaman semangka. Sebab, air adalah bagian penting dalam mendukung pertumbuhan semangka. Ketika musim kemarau tiba, pengairan harus dilakukan setidaknya dua hari sekali.
Ketika semangka mulai berbungan, penyiraman harus diberhentikan agar tidak membuatnya pecah. Pengiraman bisa dilanjutkan kembali ketika semangka sudah sebesar telur ayam.
Itulah beberapa perawatan tanaman semangka yang penting untuk dipahami. (RN)
