Perawatan Tanaman Tomat di Musim Hujan agar Tidak Gagal

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perawatan tanaman tomat di musim hujan tentu tidak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, pada musim ini, kelembapan menjadi sangat tinggi sehingga penyakit atau jamur berbahaya bisa muncul.
Namun, dengan pengetahuan dan pemahaman dasar akan perawatan tomat di musim hujan, tanaman ini bisa tetap tumbuh sehat. Untuk itu, simak penjelasan lengkapnya di sini.
Perawatan Tanaman Tomat di Musim Hujan
Hampir semua masyarakat Indonesia pasti mengenal tanaman tomat. Bagaimana tidak, buah ini dapat ditemukan di berbagai olahan makanan, seperti saus, sup, salad, tumisan, hingga jus.
Dikutip dari laman BBC, popularitasnya ini disebabkan oleh kandungannya yang tinggi akan vitamin C, potasium, folat, dan antioksidan, seperti likopen. Belum lagi, ia rendah kalori, sehingga bagus untuk menurunkan atau menjaga berat badan.
Dilihat dari kelebihannya, tak heran jika tanaman tomat sering dibudidayakan.
Ada beberapa cara perawatan tanaman tomat di musim hujan yang perlu diperhatikan.
1. Atur Jarak Penanaman
Langkah pertama untuk merawat tanaman tomat di musim hujan adalah mengatur jarak penananam menjadi lebih renggang, yakni sekitar 50 dan 60 cm. Tujuannya untuk memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik, serta mencegah perkembangan penyakit.
Selain itu, jika jarak lebih renggang, risiko longsor bisa berkurang. Dengan ini, tanaman tomat tetap tumbuh sehat.
2. Pakai Mulsa Plastik
Penggunaan mulsa plastik di bedengan sangat dianjurkan saat musim hujan tiba. Mulsa plastik berfungsi sebagai pelindung untuk mencegah air langsung meresap ke dalam tanah. Akibatnya, genangan yang bisa merusak akar tanaman bisa dicegah.
3. Buat Bedengan Tinggi
Membuat bedengan yang lebih tinggi juga menjadi langkah penting dalam merawat tanaman tomat di musim hujan. Bedengan tinggi dapat membantu mengurangi genangan air hujan di sekitar akar. Dengan ini, risiko infeksi patogen bisa dicegah.
4. Atur Sistem Drainase
Untuk mencegah genangan air berlebih ketika musim hujan tiba, maka petani perlu mengatur ulang sistem drainase. Sebaiknya, gunakan sistem drainase buka-tutup, supaya lebih efektif.
5. Berikan Pupuk Kalsium
Terakhir, pastikan untuk selalu memberikan tanaman pupuk kalsium yang dapat membantu memperkuat dinding sel tanaman, serta meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit
Pupuk ini sangat bagus jika digunakan di musim hujan, yang kerap membuat tanaman rentan terserang penyakit.
Demikian pembahasan mengenai perawatan tanaman tomat di musim hujan yang perlu diterapkan pertumbuhannya bisa maksimal. (RN)
