Konten dari Pengguna

Perbedaan Scabies dan Jamur pada Kucing Beserta Pengobatannya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Perbedaan Scabies dan Jamur. Sumber: Mark Arron Smith/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Perbedaan Scabies dan Jamur. Sumber: Mark Arron Smith/Pexels.com

Kucing sering mengalami masalah scabies dan jamur. Kedua masalah ini terlihat sama, namun keduanya berbeda. Apa perbedaan scabies dan jamur pada kucing? Dan, bagaimana pengobatannya yang benar?

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, simak dalam pembahasan berikut!

Perbedaan Scabies dan Jamur pada Kucing

Ilustrasi: Perbedaan Scabies dan Jamur. Sumber: Sergio Arteaga/Pexels.com

Inilah beberapa perbedaan scabies dan jamur pada kucing, yaitu:

1. Dari Segi Penyebabnya

Dhany Ardyansyah dalam buku berjudul Hewan Menyusui (mamalia) menjelaskan bahwa scabies dan jamur merupakan dua penyakit yang menyerang kulit kucing. Penyebab scabies adalah infeksi Sarcoptes scabei dan Notoedres cati.

Kedua parasit ini terkenal sebagai tungau. Tungau bisa menggigit, kemudian bekas gigitan akan memunculkan rasa gatal pada kulit kucing.

Sedangkan, jamur muncul akibat infeksi jamur kelompok dermatophytes, misalnya Trichophyton mentagrophytes dan Microsporum canis. Jamur ini bisa bertahan hidup lama, bahkan dalam jangka waktu bertahun-tahun.

2. Dari Segi Penularannya

Penularan scabies bisa terjadi saat kucing melakukan interaksi dengan hewan lain yang terjangkiti scabies. Penularan terjadi akibat perpindahan tungau dari satu kucing ke kucing yang lain.

Adapun jamur, penularannya adalah lewat kontak fisik yang membuat spora jamur berpindah dari satu hewan ke hewan yang lain.

3. Dari Segi Gejalanya

Scabies pada kucing memiliki tanda-tanda kucing sering menggaruk serta menjilati berlebihan bagian tubuh yang terkena scabies. Semakin lama, scabies akan mengakibatkan kulit kemerahan, iritasi, bahkan koreng dan berkerak.

Sementara, jamur bisa menyerang semua kulit sampai cakar kucing. Pada bagian yang terkena jamur akan muncul lesi dengan bentuk lingkaran dan bagian tepi sedikit kasar. Jika kucing menggaruk, jamur bisa semakin menyebar.

Cara Mengobati Scabies dan Jamur

Inilah beberapa cara mengobati scabies dan jamur pada kucing yang efektif, yaitu:

1. Cara Mengobati Scabies

  • Memandikan kucing menggunakan belerang.

  • Membersihkan seluruh area rumah agar bersih dan bebas dari bakteri, utamanya tungau.

  • Menggunakan selamectin. Obat untuk tungau pada kucing dan anjing.

  • Menggunakan ivermectin. Obat ini bisa diberikan dengan cara disuntikkan setiap 1-2 minggu dalam 1 bulan.

  • Jangan membiarkan kucing kelayapan karena kucing yang suka kelayapan rentan risiko terkena tungau.

2. Cara Mengobati Jamur

  • Melakukan perawatan topikal. Caranya memakai obat jamur dengan kombinasi salep atau krem. Kemudian, oleskan pada kulit kucing yang terkena jamur.

  • Menggunakan obat oral. Salah satu obat yang sering diberikan pada kucing adalah itraconazole.

  • Melakukan perawatan lingkungan kucing secara rutin. Jika perlu, semprot menggunakan antiseptik agar terjaga kebersihannya.

Itulah perbedaan scabies dan jamur pada kucing dan cara pengobatannya yang efektif. (eK)