Sistem Budidaya Ikan Berdasarkan Lokasinya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budidaya ikan merupakan salah satu kegiatan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, mengingat ikan merupakan salah satu kebutuhan bagi manusia. Ada beberapa sistem budidaya ikan yang bisa digunakan.
Sistem tersebut dibedakan menjadi beberapa kategori, salah satunya berdasarkan lokasinya. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan berikut ini.
3 Sistem Budidaya Ikan
Dikutip dari buku Kamus Akuakultur karya Mugi Mulyono dan Lusiana Br. Ritonga (2019), budidaya ikan adalah usaha untuk memelihara dan mengembangbiakkan biota air, baik tumbuhan maupun hewan, untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan, hobi, atau industri.
Budidaya ikan dapat dilakukan di berbagai jenis perairan, seperti air laut, air tawar, dan air payau.
Berikut adalah ulasan mengenai sistem budidaya ikan berdasarkan lokasinya.
1. Sistem Budidaya Ikan di Air Laut
Air laut adalah perairan yang memiliki kandungan garam tinggi, sekitar 3-5%. Air laut menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan dan udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti tuna, kerapu, kakap, udang windu, dan lain-lain.
Budidaya ikan di air laut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
Keramba jaring apung (KJA), adalah sistem budidaya ikan yang menggunakan jaring sebagai wadah pemeliharaan ikan yang mengapung di permukaan air laut.
Tambak, adalah sistem budidaya ikan yang menggunakan lahan di pesisir pantai yang dibatasi oleh tanggul dan dilengkapi dengan pintu air untuk mengatur masuk dan keluarnya air laut.
2. Sistem Budidaya Ikan di Air Tawar
Air tawar adalah perairan yang memiliki kandungan garam rendah, kurang dari 0,5%. Air tawar menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan yang populer dikonsumsi masyarakat Indonesia, seperti ikan mas, nila, lele, gurami, dan lain-lain.
Budidaya ikan di air tawar dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
Kolam, adalah sistem budidaya ikan yang menggunakan lubang tanah yang diisi dengan air tawar dari sumber mata air, sungai, atau sumur.
Sangkar, adalah sistem budidaya ikan yang menggunakan kerangka kayu atau bambu yang dibungkus dengan jaring sebagai wadah pemeliharaan ikan yang mengapung di permukaan perairan umum.
3. Sistem Budidaya Ikan di Air Payau
Air payau adalah perairan yang memiliki kandungan garam sedang, antara 0,5-3%. Air payau menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan dan udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti bandeng, udang vaname, udang windu, dan lain-lain.
Budidaya ikan di air payau dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
Tambak, tambak adalah sistem budidaya ikan yang sama dengan tambak di air laut, hanya saja sumber airnya berasal dari campuran air tawar dan air laut.
Bioflok, bioflok adalah sistem budidaya ikan yang menggunakan bak beton atau fiber yang diisi dengan air payau dari sumber mata air payau atau campuran air tawar dan air laut.
Baca juga: Cara Budidaya Unggas Petelur agar Menguntungkan
Demikian penjelasan mengenai sistem budidaya ikan berdasarkan lokasinya. (WWN)
