Tanaman Gantung Alamanda yang Cantik serta Manfaat yang Dikandungnya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman gantung alamanda merupakan jenis tanaman hias yang banyak disukai karena memiliki bunga yang cantik. Tak hanya itu, tanaman ini juga banyak ditanam karena dipercaya menyimpan segudang manfaat bagi tubuh.
Mengenal Tanaman Gantung Alamanda yang Cantik serta Manfaatnya
Dikutip dari dalam buku berjudul Panduan Praktis Mengenal Tumbuhan di Sekitar Kita yang ditulis oleh Deniek G. Sukarya (2019: 392), alamanda atau yang juga dikenal sebagai bunga alamanda merupakan bunga yang berasal dari Amerika dan memiliki kelopak bunga yang besar dengan warna mencolok, namun mempunyai getah beracun.
Biasanya tanaman alamanda memiliki bunga berwarna kuning terang sehingga banyak yang menyebutnya dengan nama tumbuhan akar kuning. Alamanda banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias, maka dari itu banyak yang juga mengenalnya sebagai tanaman gantung alamanda. Salah satu jenis alamanda yang paling banyak ditanam adalah alamanda kuning.
Tanaman hias atu ini tersebar di kawasan tropis Amerika Selatan, Peru, Kolumbia, hingga Brazil. Habitat tanaman ini adalah tempat terbuka pada tanah subur yang lembap dan daerah basah. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias, alamanda juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat.
Dikutip dari dalam buku berjudul Kitab Tumbuhan Obat yang disusun oleh Syamsul Hidayat, Rodame Monitorir Napitupulu (2015: 29), tanaman perdu yang dapat tumbuh mencapai 4 sampai 5 meter ini banyak dimanfaatkan sebagai obat karena kandungannya. Bagian tanaman yang umum dimanfaatkan adalah bagian daun dan bunga. Hal ini karena daun alamanda mengandung alkaloid.
Selain itu tanaman alamanda juga dimanfaatkan bagian kulit batang dan buahnya karena mengandung saponin, tanin, flavonoid dan polifenol. Kandungan tersebut dapat berkhasiat untuk menawar racun, disentri, dan malaria. Tak hanya itu, bagian akar tanaman alamanda dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk penyakit kuning.
Sedangkan bunganya dimanfaatkan untuk mencegah komplikasi malaria dan pembesaran limpa. Sedangkan getahnya dikenal beracun sehingga dapat dimanfaatkan untuk membunuh jentik nyamuk, mematikan belatung karena getah ini bersifat antibakteri dan toksik.
Tanaman alamanda juga dapat diekstrak untuk kemudian menjadi cairan yang bermanfaat sebagai antibiotik dan penyembuh luka. Sebagai informasi, tanaman gantung alamanda ini menyimpan bahaya racun sehingga dalam mengonsumsinya perlu konsultasi terlebih dahulu dengan herbalis atau ahli yang memahami kandungan dan pengolahan yang tepat.
Ulasan mengenai tanaman gantung alamanda dan manfaat yang dikandungnya dapat dijadikan sebagai pengetahuan mengenai ragam tanaman hias. (DAP)
