Konten dari Pengguna

Teknik Budidaya Microgreens, Tanaman Kecil dengan Untung Besar

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teknik budidaya microgreens. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknik budidaya microgreens. Foto: Pexels

Teknik budidaya microgreens kini menjadi salah satu pilihan budidaya sayur secara indoor dengan konsep urban farming. Pasalnya, teknik ini dapat dilakukan dengan sederhana, mudah, dan murah.

Selain itu, teknik budidaya microgreens juga memiliki banyak keuntungan karena dapat dipanen dan dikonsumsi dalam usia muda.

Untuk lebih memahami tentang teknik budidaya microgreens, simak pembahasannya di sini.

Teknik Budidaya Microgreens

Ilustrasi teknik budidaya microgreens. Foto: Pexels

Popularitas microgreens mulai merangkak naik ketika banyak koki yang menyajikannya sebagai garnish atau hiasan pada makanan.

Di mana microgreens menjadi salah satu pendamping menu utama yang dapat menambah nilai estetika dan memberi cita rasa unik.

Dalam buku Teknik Budidaya Microgreens karya Nuni Gofar, dkk, dijelaskan bahwa microgreens dikenal sebagai tanaman muda yang dipanen dan dikonsumsi pada awal masa tanam sekitar 7 - 14 hari setelah tanam.

Beberapa tanaman yang bisa dibudidayakan dengan microgreens adalah kembang kol, kubis, selada air, brokoli, arugula, lobak, sawi putih, radicchio, selada, seledri, wortel, adas, bawang putih, bawang merah, daun bawang, bayam merah, bayam hijau, bit, labu, timun, dan melon.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa microgreens memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari sayur dewasa. Microgreens memiliki kandungan nutrisi seperti folat, vitamin C, vitamin K, zat besi, dan kalium.

Microgreens biasanya diproduksi dengan media tanam anorganik rockwool. Meski begitu, microgreens sebenarnya juga bisa menggunakan media tanam organik, seperti arang sekam, cocopeat, dan kompos.

Teknik budidaya microgreens yang dilakukan secara indoor membutuhkan penyinaran optimal untuk membantu pertumbuhan. Oleh karena itu, diperlukan bantuan dengan pemberian lampu LED guna menggantikan peran sinar matahari.

Lalu bagaimana teknik budidaya microgreens yang tepat agar hasip panennya berkualitas? Berikut adalah caranya.

  1. Memilih benih sayuran sehat yang cocok dibudidayakan dengan microgreens.

  2. Siapkan media tanam dan wadah penanaman seperti yang telah dijabarkan.

  3. Basahi media tanam dengan air.

  4. Tanam benih di dalam media tanam dan letakkan di tempat gelap untuk mempercepat terjadinya perkecambahan.

  5. Simpan benih yang telah ditanam selama sehari semalam.

  6. Setelah benih berkecambah, pindahkan ke lokasi yang terkena sinar matahari.

  7. Lakukan perawatan terhadap tanaman dengan maksimal.

  8. Panen microgreens dengan cara mencabut tanaman hingga ke akar atau memotong pangkal batangnya.

Demikian pembahasan mengenai teknik budidaya microgreens yang bisa sangat menguntungkan. (SP)