Konten dari Pengguna

Teknik Mencampur Pupuk Kimia yang Tepat dan Aman

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi : Teknik Mencampur Pupuk Kimia. Sumber : Antony Trivet/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : Teknik Mencampur Pupuk Kimia. Sumber : Antony Trivet/Pexels.com

Sekarang ini banyak petani dan pekebun melakukan teknik mencampur pupuk kimia. Namun, tahukah bahwa mencampur pupuk kimia tidak bisa dilakukan sembarangan? Hal ini karena ada pupuk kimia yang bisa dicampur dan ada yang tidak bisa dicampur.

Agar semakin paham, simak dalam pembahasan di bawah ini!

Teknik Mencampur Pupuk Kimia yang Tepat

Ilustrasi : Teknik Mencampur Pupuk Kimia. Sumber : Balazs Simon/Pexels.com

Mahfud & Zakir Sabara dalam buku berjudul Industri Kimia Indonesia menjelaskan bahwa pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral.

Pupuk kimia ada yang penggunaannya bisa dicampur agar kinerjanya bisa maksimal. Berikut pupuk yang boleh dicampur dan tidak, serta teknik mencampur yang tepat:

1. Pilih Pupuk Kimia yang Boleh Dicampur

Berikut jenis pupuk kimia yang bisa dicampur dan tidak dicampur:

  • Pupuk Urea serta Pupuk KCL dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan dan membuat pupuk tidak merata dan sulit diserap tanaman.

  • Pupuk Ammonium (Urea) serta Pupuk Phosphate. Kedua pupuk ini sebaiknya jangan dicampur sebab bisa menurunkan pH tanah. Tanah asam bisa mematikan mikroorganisme yang bisa menghasilkan enzim urease dan membuat tanaman menjadi tumbuh tidak baik.

  • Pupuk Kalium dan Pupuk Dolomit. Kedua pupuk ini jika dicampur akan mengakibatkan unsur kalsium tidak terserap dengan mudah dan sempurna pada tanaman.

  • Pupuk Kalium dan Pupuk Kieserite. Kedua pupuk ini sebaiknya jangan dicampur, sebab bisa memunculkan interaksi antagonis.

Sedangkan pupuk kimia yang boleh dicampur adalah :

  • Pupuk KCL dan Pupuk Phosphate.

  • Pupuk ZK dan Pupuk TSP.

  • Pupuk KCL dan Pupuk TSP.

2. Perhatikan Dosis Penggunaan

Perhatikan dosis yang tepat dalam penggunaan pupuk kimia tersebut. Mencampurkan pupuk tidak boleh terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Biasanya dosis menyesuaikan luas lahan dan jenis tanaman yang akan diberi pupuk.

3. Mulai Mencampur Pupuk Kimia

Beberapa cara yang benar dalam mencampur pupuk kimia adalah :

  • Sebarkan pupuk kimia pada tanah yang sudah digemburkan, lalu campurkan dengan tanah memakai cangkul dan alat lainnya.

  • Campurkan pupuk kimia menggunakan air, lalu semprotkan pada tanaman. Caranya, campurkan pupuk kimia menggunakan air dalam wadah dan semprotkan pada tanaman.

  • Campurkan pupuk organik dengan pupuk kimia. Caranya dengan mencampurkan pupuk organik dengan pupuk kimia. Lalu berikan ke tanaman langsung serta campurkan dengan tanah sebelum ditanam.

Itulah uraian tentang teknik mencampur pupuk kimia yang tepat dan aman. Semoga bermanfaat! (Ek)