Konten dari Pengguna

Tufting: Teknik Menyulam dengan Hasil Kain Rumbai

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teknik Tufting. Sumber Foto: Unsplash.com/Mel Poole
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teknik Tufting. Sumber Foto: Unsplash.com/Mel Poole

Menjahit atau menyulam merupakan salah satu kegiatan yang sudah ada sejak zaman dahulu dan masih ada hingga saat ini. Seiring perkembangan zaman, tufting jadi salah satu teknik yang digunakan.

Tufting adalah teknik menyulam yang menghasilkan kain rumbai. Teknik ini dapat digunakan untuk menciptakan berbagai kreasi barang dengan hasil memukau.

Untuk lebih mengenal teknik tufting, mari simak pembahasannya dalam ulasan berikut ini.

Pengertian Tufting

Ilustrasi Teknik Tufting. Sumber Foto: Unsplash.com/Nathana Rebouças

Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, pengertian tufting adalah istilah dalam bahasa Inggris yang bisa diartikan dengan dihiasi dengan rumbai. Maksudnya adalah teknik menyulam dengan hasil kain rumbai-rumbai.

Penerapan teknik tufting dapat menghasilkan produk kreatif yang berbentuk 3D atau sedikit timbul, seperti karpet, bantal, tas, hiasan dinding, dan lain-lain. Tufting juga bisa digunakan untuk memodifikasi pakaian lama menjadi lebih baru dan menarik.

Teknik menyulam ini sendiri sudah ada sejak tahun 1895 dan awalnya digunakan untuk industri pembuatan karpet dan selimut.

Seiring berkembangnya waktu, tufting mulai makin populer dan banyak digunakan oleh para perajin kreatif di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Tufting bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan menghasilkan karya seni yang indah.

Bagi pemula yang tertarik untuk menerapkan teknik tufting, berikut adalah beberapa langkahnya.

1. Membingkai Kain

Siapkan kain yang akan dijahit dan bentangkan pada bingkai atau frame kayu. Pastikan kain tidak kendur agar proses tufting lebih mudah dan rapi. Biasanya kain yang digunakan agak tebal agar hasil akhir tufting maksimal.

2. Menggambar Pola

Jika kain sudah terpasang sempurna, mulailah menggambar desain atau pola yang diinginkan di atas kain dengan spidol. Pola tersebut bisa berupa gambar, tulisan, atau motif apapun sesuai kreativitas kita.

3. Proses Tufting

Selanjutnya bisa langsung memulai proses tufting dengan menembakkan benang mengikuti pola yang sudah dibuat. Pilih warna benang yang sesuai dengan desain dan pasangkan benang ke dalam tufting gun.

Uniknya, tidak menembakkan benang dari bagian depan kain, melainkan dari belakang kain. Hal ini bertujuan untuk menyembunyikan simpul benang sehingga membuat jahitan pada pola gambar terlihat lebih rapi dan kuat di sisi depan kain.

4. Backing dan Finishing.

Setelah proses tufting selesai, langkah berikutnya adalah proses merapikan sisa-sisa benang. Caranya dengan memotong sisa-sisa benang pada bagian depan dan belakang kain.

Kemudian dilanjutkan dengan pengeleman bagian belakang kain menggunakan lem lateks. Sebelum itu, tutup permukaan dengan kain liner atau bahan pelapis. Tujuannya agar hasil akhirnya lebih kukuh dan jahitan tidak mudah lepas.

Baca juga: Jenis Benang untuk Menyulam dan Ragam Jarumnya

Demikian ulasan mengenai pengertian teknik tufting yang bisa dicoba di rumah.

Tufting bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu luang dengan berkreasi guna menghasilkan produk kreatif yang unik dan antimainstream. (WWN)