Konten dari Pengguna

Virus yang Membuat Kucing Mati Mendadak beserta Faktanya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi virus yang membuat kucing mati mendadak. Sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus yang membuat kucing mati mendadak. Sumber: pixabay

Panleukopenia adalah virus yang membuat kucing mati mendadak. Virus panleukopenia sangat mudah menular.

Dikutip dari buku Canine and Feline Infectious Diseases karya Jane E. Sykes, penularan virus panleukopania lebih cepat menular terutama bagi kucing yang dipelihara dalam jumlah yang terlalu padat misalnya 20-30 ekor kucing.

Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai virus yang membuat kucing mati mendadak beserta dengan faktanya.

Gejala Virus yang Membuat Kucing Mati Mendadak

Ilustrasi virus yang membuat kucing mati mendadak. Sumber: pixabay

Untuk mengetahui tingkat keparahan gejala virus panleukopenia pada kucing, harus dikenali dulu gejala-gejalanya. Biasanya, gejala panleukopenia akan muncul lima sampai 14 hari sejak hari pertama kucing telah terpapar virus.

Beberapa gejala yang ditimbulkan oleh virus panleuokopania adalah demam, depresi, murung, tidak nafsu makan, dan muntah.

Pada gejala fisik, contohnya bulu kucing rontok hal ini banyak terjadi pada kucing yang sedang sakit, termasuk saat mengidap panleukopenia.

Namun, pada kenyataannya, panleukopenia tidak terlalu menunjukkan gejala pada fisik kucing lantaran virus ini menyerang organ bagian dalam tubuh kucing.

Apabila mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera bawa kucing tersebut ke dokter hewan, terutama jika gejala mulai muncul daripada menunggu sampai gejala semakin parah.

Fakta Panleukopania Virus yang Membuat Kucing Mati Mendadak

Penularan panleukopenia bisa terjadi secara langsung dan tidak langsung melalui cairan tubuh kucing yang terkena penyakit ini. Secara langsung, misalnya tertular dari dengan air liur, tinja, atau kadang dari kucing yang menderita pilek dari panleukopenia.

Kondisi ini dapat terjadi saat kucing saling mencium atau menjilat. Air liur dari kucing yang terkena panleukopenia dapat menempel pada tubuh kucing yang sehat, yang selanjutnya dapat menyebabkan kucing tersebut sakit.

Panleukopenia juga dapat menyerang kucing rumahan yang tidak pernah keluar rumah karena pemiliknya masih sering keluar rumah untuk berkegiatan. Itu artinya, penularan terjadi secara tidak langsung kepada kucing melalui pemiliknya

Kucing yang terinfeksi cenderung menularkan virus panleukopania dalam waktu relatif singkat, yaitu satu hingga dua hari. Tetapi virus dapat bertahan hingga satu tahun.

Jadi, kucing masih bisa terkena panleukopenia kembali walaupun sudah sembuh jika rumah tidak segera dibersihkan sesaat setelah kucing sehat kembali.

Demikian penjelasan mengenai virus yang membuat kucing mati mendadak beserta dengan faktanya. (ARH)