Konten dari Pengguna

Waktu Pengairan pada Tanaman Jagung yang Tepat

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi waktu pengairan pada tanaman jagung, foto: unsplash/henry perks
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi waktu pengairan pada tanaman jagung, foto: unsplash/henry perks

Waktu pengairan pada tanaman jagung adalah langkah yang harus dilakukan para petani. Jagung sebagai komoditas penting dalam sektor pertanian Indonesia, memerlukan pengairan yang benar untuk kualitas dan produktivitas panennya.

Dikutip dari www.farmprogress.com, untuk menghasilkan buah jagung berkualitas dan melimpah, Pengairan tidak boleh sampai kekurangan ataupun kelebihan. Hal ini agar proses pengairan tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman jagung.

Waktu Pengairan pada Tanaman Jagung yang Pas

Ilustrasi waktu pengairan pada tanaman jagung, foto: unsplash/Christophe Maertens

Pada tanaman ini, waktu pengairan pada tanaman jagung selalu dibutuhkan pada setiap fase pertumbuhannya. Diantaranya mulai fase vegetatif sampai pembentukan biji.

Kebutuhan air pada tanaman jagung pun tidak selalu sama pada setiap tahap pertumbuhannya.

Oleh karena itu, petani harus memahami waktu pengairan yang pas, dan disesuaikan dengan fase tumbuh. Langkah ini dilakukan supaya tanaman tidak menjadi stres yang mempengaruhi hasil panen.

Berikut ini beberapa panduan untuk waktu pengairan yang tepat bagi tanaman jagung:

1. Fase Awal Pertumbuhan

Fase ini adalah 0–14 hari setelah penanaman. Pengairan dilakukan setiap 2–3 hari sekali. Bisa juga dilakukan saat tanah mulai terlihat mengering.

Hal ini bertujuannya untuk membantu proses perkecambahan dan pembentukan akar pada jagung. Kekurangan air di fase ini menyebabkan pertumbuhan lambat bahkan gagal.

2. Fase Vegetatif

Fase ini terjadi 15–35 hari setelah tanam. Tanaman jagung mulai tumbuh cepat dan membentuk daun di fase vegetatif.

Pengairan seharusnya dilakukan setiap 3–5 hari sekali, sambil melihat kondisi tanah. Pastikan air tidak menggenang yang dapat merusak akar.

3. Fase Pembungaan

Fase pembungaan biasanya terjadi 36–55 hari setelah penanaman. Fase ini paling kritis, karena tanaman membutuhkan air yang cukup.

Pengairan harus dilakukan secara rutin, idealnya 2–3 hari sekali. Kekurangan air di fase ini dapat menyebabkan jumlah tongkol jagung berkurang dan proses penyerbukan gagal.

4. Fase Pengisian Biji

Fase ini terjadi sekitar 56–80 hari setelah penanaman. Di fase ini air diperlukan untuk mengisi biji dan membentuk bobot jagung. Pengairan sebaiknya dilakukan setiap 3–4 hari, hingga daun bagian bawah menguning.

5. Fase Pematangan

Fase ini adalah 81–100 hari setelah penanaman. Pada fase ini, pengairan bisa dikurangi atau dihentikan dengan cara bertahap. Di masa ini, tanaman mulai bersiap untuk panen. Sehingga kadar air pada biji harus diturunkan perlahan.

Menerapkan waktu pengairan pada tanaman jagung dengan cermat, penting untuk menghasilkan panen yang diharapkan. Dengan begitu, tanaman jagung akan tumbuh sehat, kualitas dan mutu pun meningkat. (Win)

Baca Juga: 4 Penyebab Stek Batang Gagal dan Cara Mengatasinya dengan Mudah