Perbedaan Hukum Kesehatan Masyarakat dan Hukum Kedokteran: Penjelasan Lengkap
Kumpulan artikel yang membahas seputar konsep hukum, daftar pasal, tindak pidana, serta tanya jawab hukum.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Seputar Hukum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan hukum kesehatan masyarakat dan hukum kedokteran sering kali menimbulkan pertanyaan, terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia kesehatan dan hukum. Keduanya memang berkaitan, namun memiliki ruang lingkup serta tujuan yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar pelaksanaan hukum di bidang kesehatan berjalan sesuai koridor dan kebutuhan masyarakat.
Pengertian Hukum Kesehatan Masyarakat dan Hukum Kedokteran
Hukum kesehatan masyarakat dan hukum kedokteran merupakan dua cabang hukum yang saling berkaitan namun fokusnya berbeda. Menurut buku "Hukum Kesehatan" oleh Dr. Noviriska, S.H, M.Hum dan Dr. Dwi Atmoko, S.H, M.H., beberapa tahun terakhir, dunia kesehatan menjadi terkenal karena yurisprudensi yang berasal dari dua bidang yang secara kolektif semakin berkembang yaitu hukum dan kedokteran, sehingga penting untuk memahami apa itu hukum kesehatan dan hukum kedokteran.
Definisi Hukum Kesehatan Masyarakat
Hukum kesehatan masyarakat adalah seperangkat aturan yang mengatur upaya perlindungan dan peningkatan kesehatan masyarakat secara luas. Aturan ini biasanya mencakup program vaksinasi, pengendalian penyakit menular, hingga regulasi sanitasi lingkungan.
Definisi Hukum Kedokteran
Hukum kedokteran lebih menyoroti hubungan hukum antara tenaga medis, pasien, serta institusi kesehatan. Di dalamnya diatur hak dan kewajiban dokter, pasien, hingga aspek tanggung jawab profesi.
Ruang Lingkup Kedua Bidang Hukum
Hukum kesehatan masyarakat berfokus pada populasi dan lingkungan, sedangkan hukum kedokteran lebih menekankan aspek individual, terutama terkait pelayanan medis. Dengan kata lain, yang satu bersifat kolektif, yang lain bersifat personal.
Tujuan dan Fungsi Hukum Kesehatan Masyarakat vs Hukum Kedokteran
Setiap cabang hukum memiliki tujuan dan fungsi yang spesifik. Perbedaan inilah yang membuat keduanya tidak bisa disamakan.
Tujuan Hukum Kesehatan Masyarakat
Tujuan utama hukum kesehatan masyarakat adalah melindungi dan meningkatkan kesehatan seluruh kelompok masyarakat. Regulasi di bidang ini dirancang untuk mencegah penyebaran penyakit dan menciptakan lingkungan sehat.
Tujuan Hukum Kedokteran
Hukum kedokteran bertujuan melindungi hak pasien dan memberikan batasan tanggung jawab tenaga medis. Selain itu, hukum ini juga memastikan standar pelayanan medis dipatuhi.
Perbedaan Fungsi dalam Praktik
Dalam praktiknya, hukum kesehatan masyarakat lebih sering diterapkan pada skala luas seperti pelaksanaan imunisasi massal atau pengendalian wabah. Sementara itu, hukum kedokteran biasanya berhubungan dengan penanganan kasus malpraktik atau pelanggaran kode etik oleh dokter.
Dasar Hukum dan Regulasi
Penerapan kedua bidang hukum ini tentu saja didukung oleh regulasi yang berbeda, meski ada beberapa aturan yang saling bersinggungan.
Undang-Undang yang Mengatur Hukum Kesehatan Masyarakat dan Hukum Kedokteran
Dasar hukum bagi kedua bidang ini sekarang terpusat pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. UU ini merupakan regulasi utama yang menggantikan:
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (yang mengatur upaya kesehatan berbasis masyarakat, pencegahan penyakit, dan kesehatan lingkungan).
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (yang mengatur praktik medis, izin dokter, dan sengketa medis).
Dengan demikian, Hukum Kesehatan Masyarakat (fokus pada populasi dan pencegahan) dan Hukum Kedokteran (fokus pada individu, etik, dan profesi) kini berada dalam satu kerangka legislasi yang terintegrasi.
Nomor Pasal Penting dalam Kedua Bidang (UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan)
Dibandingkan dengan Pasal 6 UU Kesehatan lama, pengaturan hak masyarakat kini lebih rinci dan terpisah dalam UU yang baru:
Pasal 27: Menegaskan hak setiap orang untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan tidak diskriminatif (menggantikan prinsip Pasal 6 UU lama).
Bab IX (Upaya Kesehatan): Mengatur kerangka Hukum Kesehatan Masyarakat, termasuk pencegahan dan pengendalian penyakit, surveilans, serta kesehatan lingkungan.
Bab XIII (Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan): Mengatur kerangka Hukum Kedokteran, termasuk lisensi, praktik, tanggung jawab profesional, dan mekanisme pembinaan/pengawasan etika.
Implementasi dan Contoh Kasus
Penerapan hukum kesehatan masyarakat dan hukum kedokteran dapat terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Penerapan Hukum Kesehatan Masyarakat
Salah satu contoh penerapan hukum kesehatan masyarakat adalah kebijakan wajib imunisasi anak. Pemerintah menerapkan aturan ini untuk menekan angka penyakit menular di lingkungan sekolah.
Contoh Penerapan Hukum Kedokteran
Lain halnya dengan hukum kedokteran, contohnya adalah penanganan kasus malpraktik. Jika seorang dokter dinilai lalai dalam memberikan tindakan medis, maka ia bisa dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Studi Kasus Singkat
Pernah terjadi kasus penyebaran penyakit demam berdarah di sebuah daerah. Pemerintah setempat memberlakukan fogging massal dan edukasi kepada masyarakat, sebagai implementasi hukum kesehatan masyarakat. Sementara itu, ada kasus pasien yang mengalami komplikasi akibat kesalahan prosedur operasi, sehingga dokter yang menangani harus bertanggung jawab secara hukum kedokteran.
Kesimpulan Perbedaan dan Implikasi Praktis
Ringkasan Perbedaan Utama
Perbedaan hukum kesehatan masyarakat dan hukum kedokteran terletak pada ruang lingkup, tujuan, dan implementasinya. Hukum kesehatan masyarakat berfokus pada kepentingan kolektif, sedangkan hukum kedokteran lebih menitikberatkan pada hubungan individual antara pasien dan tenaga medis.
Implikasi bagi Praktisi dan Masyarakat
Pemahaman atas perbedaan ini penting untuk menempatkan tanggung jawab dan hak secara tepat, baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat. Praktisi di bidang kesehatan harus mampu membedakan mana ranah hukum yang relevan, agar pelayanan serta perlindungan hukum dapat berjalan optimal.
(Review by Agi SH MHKes)