Daftar Suaka Margasatwa dan Cagar Alam di DKI Jakarta

Mengulas serba serbi kota Jakarta, mulai dari sejarah, pariwisata, kebudayaan, dan lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DKI Jakarta atau dikenal dengan Jakarta merupakan kota padat dan menjadi sentral bisnis di Indonesia. Meski begitu ada daftar suaka margasatwa dan cagar alam di DKI Jakarta yang digunakan untuk melindungi hewan dan tumbuhan di kawasan Jakarta.
Karena jika tidak ada tempat perlindungan, hewan dan tumbuhan akan tergusur karena habitatnya dijadikan sebagai lahan untuk pembangunan. Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan karena bisa mengancam kehidupan hewan dan tumbuhan.
Daftar Suaka Margasatwa dan Cagar Alam di DKI Jakarta yang Wajib Diketahui
Suaka margasatwa dan cagar alam merupakan tempat yang digunakan untuk memberikan perlindungan pada hewan dan tumbuhan. Lebih khususnya lagi hewan dan tumbuhan yang populasinya mulai menurun.
Karena jika tidak diberikan perlindungan hewan dan tumbuhan tersebut akan punah. Kepunahan tentu menjadi kerugian tersendiri bagi bangsa Indonesia. Berikut ini adalah daftar suaka margasatwa dan cagar alam di DKI Jakarta.
1. Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA)
Dikutip dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan https://ksdae.menlhk.go.id, kawasan hijau ini terbentang seluas 25,02 hektare yang menjadi habitat bagi berbagai jenis burung, reptil, dan monyet.
Kawasan ini juga memiliki hutan mangrove yang berperan sebagai penyerap karbon dan penahan abrasi. SMMA ditetapkan sebagai suaka margasatwa pada tahun 1988.
2. Suaka Margasatwa Pulau Rambut
Pulau seluas 19,24 hektare yang terletak di Teluk Jakarta. Pulau ini merupakan tempat bersarangnya lebih dari 80 spesies burung, termasuk burung langka seperti elang bondol, elang brontok, dan rangkong.
Pulau ini juga memiliki hutan bakau dan padang rumput. Pulau Rambut ditetapkan sebagai suaka margasatwa pada tahun 1978.
3. Cagar Alam Pulau Bokor
Pulau seluas 1,5 hektare yang terletak di Kepulauan Seribu. Pulau ini memiliki kekayaan biota laut seperti terumbu karang, ikan hias, dan penyu sisik. Pulau ini juga menjadi tempat bersarangnya burung-burung pantai seperti trinil pantai dan camar hitam. Pulau Bokor ditetapkan sebagai cagar alam pada tahun 1982.
4. Taman Wisata Alam Angke Kapuk
Kawasan seluas 99,82 hektare yang terletak di Pantai Indah Kapuk. Kawasan ini memiliki hutan mangrove yang menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa seperti biawak, kera ekor panjang, dan burung-burung air.
Kawasan ini juga memiliki fasilitas wisata seperti jembatan kayu, perahu motor, dan gazebo. Taman Wisata Alam Angke Kapuk ditetapkan sebagai taman wisata alam pada tahun 1992.
Baca juga: Tempat-Tempat Bersejarah di Jakarta yang Bisa Dikunjungi untuk Wisata
Daftar suaka margasatwa dan cagar alam di DKI Jakarta di atas bisa dijadikan referensi untuk menambah pengetahuan maupun mencari tempat liburan yang berbeda di Jakarta. (ARD)
