Konten dari Pengguna

Menara Saidah, Gedung Kosong di Jakarta yang Terbengkalai Belasan Tahun

Seputar Jakarta

Seputar Jakarta

Mengulas serba serbi kota Jakarta, mulai dari sejarah, pariwisata, kebudayaan, dan lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gedung kosong di Jakarta, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gedung kosong di Jakarta, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels.com

Sebagai kota metropolitan, memang ada banyak sekali gedung-gedung tinggi di Jakarta. Meski begitu, di balik banyaknya gedung tinggi tersebut, ternyata ada beberapa gedung kosong di Jakarta yang sudah terbengkalai bertahun-tahun. Contohnya, seperti Menara Saidah.

Tentu saja ada banyak faktor yang membuat gedung tersebut akhirnya ditinggalkan dan tidak produktif lagi. Salah satunya adalah kesalahan struktur bangunan yang membuat gedung tersebut tidak layak digunakan untuk berbagai kegiatan karena terlalu berisiko.

Menilik Sejarah Menara Saidah, Gedung Kosong di Jakarta yang Sudah Terbengkalai Belasan Tahun

Ilustrasi gedung kosong di Jakarta, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku The Great Shifting, Rhenald Kasali (2018:XLII), Menara Saidah adalah gedung yang awalnya dibangun selama tiga tahun oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Hutama Karya (Persero) dengan 28 lantai.

Gedung kosong di Jakarta ini berlokasi di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. Menurut sejarahnya, gedung ini mulai dibangun pada tahun 1995 dan selesai pada tahun 1998. Adapun setelah dibangun, gedung ini diberi nama Gedung Gracindo milik PT Mustika Ratu.

Namun, pada tahun 2001, gedung ini kembali direnovasi serta diresmikan dan diganti nama menjadi Menara Saidah oleh Saidah Abu Bakar Ibrahim. Akhirnya, gedung ini digunakan sebagai area perkantoran.

Bahkan Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia juga pernah menyewa tempat di gedung ini sebagai kantor. Sayangnya, pada tahun 2007, Menara Saidah harus tutup karena pondasi gedung miring.

Hal ini terjadi karena adanya kesalahan konstruksi yang bisa membahayakan keselamatan penghuni gedung. Kala itu pihak pemilik dan Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B), tidak memberi penjelasan rinci terkait penutupan Menara Saidah.

Akan tetapi, sebenarnya pada tahun 2015 lalu, sempat dilakukan kegiatan renovasi di Menara Saidah. Namun, renovasi ini hanya berlangsung selama dua bulan dan kemudian kembali ditinggalkan.

Terbengkalainya gedung tinggi ini membuat muncul berbagai cerita mistis yang beredar di masyarakat. Bahkan masyarakat sekitar mengklaim bahwa kerap muncul penampakan wanit abergaun merah di lantai tiga gedung hingga berbagai makhluk halus, seperti ular dan macan.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Private Dinner Jakarta yang Romantis

Demikian ulasan sejarah Menara Saidah yang kini menjadi salah satu gedung kosong di Jakarta dan telah terbengkalai selama belasan tahun. (Anne)