Mengenal Alat Musik Gambang Kromong yang Berasal dari Betawi

Mengulas serba serbi kota Jakarta, mulai dari sejarah, pariwisata, kebudayaan, dan lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alat musik gambang kromong merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Betawi. Paduan antara alat musik gamelan dengan alat musik Tionghoa menghasilkan harmoni yang indah dan unik.
Gambang kromong ini termasuk ke dalam alat musik ansambel, yaitu alat musik yang harus dimainkan dengan bantuan alat musik lain. Alat musik ini sering dimainkan dalam upacara pernikahan.
Sejarah Alat Musik Gambang Kromong
Alat musik gambang kromong adalah jenis orkesta khas Jakarta yang merupakan asimilasi dari musik Tionghoa seperti yang dikutip dalam buku Sastra Betawi pada Gambang Kromong Klasik, Akhmad Dinayat Ilyas, (2021:1).
Uniknya, gambang kromong dimiliki oleh dua kelompok masyarakat yaitu milik keturunan Tionghoa dan milik warga Betawi. Pada awalnya, masyarakat Tionghoa di Jawa senang mendengarkan gamelan dan mencoba untuk memainkannya, tapi permainan gamelan kurang halus sehingga masyarakat Tionghoa lebih suka orkes yang-khim.
Namun, yang-khim sulit didapat sehingga masyarakat Tionghoa di Jakarta menggantinya dengan gambang yang terdapat pada gamelan. Rupanya orkes gambang menjadi digemari oleh masyarakat Tionghoa dan menjadi populer sekitar tahun 1930-an.
Masyarakat Betawi menjadikan gambang kromong sebagai sarana untuk upacara adat seperti pernikahan, nazar, sunatan, dan lain-lain. Sementara itu dalam pementasannya, gambang kromong digunakan sebagai pengiring teater lenong, tari cokek, dan hiburan khas Betawi lainnya.
Disebut gambang kromong karena terdiri dari dua alat musik, yakni gambang dan kromong. Gambang terbuat dari kayu suangking, huru batu, atau kayu dan terdiri dari 18 bilah. Cara memainkan alat musik tradisional ini adalah dengan dipukul.
Sedangkan kromong terbuat dari perunggu atau besi yang tersusun atas 10 keping plat dan memiliki nada yang berurutan. Bentuknya bulat cembung dan hampir sama dengan gong, namun ukurannya lebih kecil. Cara memainkannya adalah dengan dipukul menggunakan kayu yang ujungnya dibalut dengan karet.
Keduanya selalu disertai dengan alat musik lain sebagai pelengkap, yaitu su-kong, teh-hian, kong-ahian, basing (seruling), gong, gendang, kecrek, dan ningnong.
Baca juga: 3 Playground di PIM 1, 2, dan 3, untuk Ajak Anak Nikmati Weekend yang Seru
Demikian penjelasan tentang alat musik gambang kromong yang merupakan musik tradisional yang berasal dari Betawi ini. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat! (LMI)
