Konten dari Pengguna

Museum Bank Indonesia: Sejarah, Koleksi, Harga Tiket, dan Info Penting Lainnya

Seputar Jakarta

Seputar Jakarta

Mengulas serba serbi kota Jakarta, mulai dari sejarah, pariwisata, kebudayaan, dan lainnya.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Museum Bank Indonesia. Unsplash/roctopus 29.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Museum Bank Indonesia. Unsplash/roctopus 29.

Museum Bank Indonesia, yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta, menyimpan banyak nilai sejarah tentang keuangan Indonesia. Tidak hanya memamerkan benda penting seputar keuangan Indonesia, beberapa bagian museum juga memiliki daya tariknya unik.

Museum dari Bank Indonesia memfasilitasi pengunjungnya untuk belajar dan mengetahui banyak sejarah Indonesia. Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan kegiatan yang dipadukan dengan teknologi kekinian.

Sejarah dan Koleksi Museum Bank Indonesia

Ilustrasi Museum Bank Indonesia. Unsplash/Mufid Majnun.

Berdasarkan website resmi Bank Indonesia, dalam bi.go.id, ​latar belakang pendirian museum ini ​adalah sebagai pelestarian gedung di Kota Tua Jakarta dan juga sebagai wadah pengetahuan peran Bank Indonesia untuk negara.

Gedung De Javasche Bank sebagai lokasi Museum BI saat ini merupakan gedung yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Bangunan ini juga telah ditunjuk sebagai bangunan cagar budaya sesuai SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993.

Penggunaan gedung peninggalan Belanda ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta yang mencanangkan daerah Kota Tua sebagai salah satu daerah bersejarah di Jakarta.

Oleh karenanya, revitalisasi dilakukan dan menjadikan lokasi ini sebagai tempat penyajian pengetahuan terkait peran Bank Indonesia dari waktu ke waktu. Termasuk latar belakang kebijakan BI yang pernah dibuat.

Koleksi Museum Bank Indonesia

Koleksi yang ada di Museum BI di antaranya merupakan koleksi numismatik, atau benda-benda terkait uang, seperti uang kertas, uang koin, token, dan benda-benda terkait lainnya yang pernah beredar dan digunakan oleh masyarakat.

Beberapa koleksi numismatik yang tercantum dalam website resmi Bank Indonesia, bi.go.id, di antaranya yaitu:

  1. Uang Kerajaan di Nusantara​: berupa kulit kerang dengan jenis tertentu, manik-manik, dan di wilayah Bekasi memakai belincung (semacam kapak batu) sebagai alat pembayaran pada saat itu.

  2. Masa kejayaan kerajaan Islam: Uang di beberapa kerajaan Islam di Indonesia yang pada sisi belakang bertuliskan Arab “Sanat 1256” dan pada sisi depan “Cholafat al Mukmin”.

  3. Uang Kolonial: VOC memperkenalkan uang kertas dalam bentuk surat berharga (sertifikat). Juga pengganti Real Spanyol yakni Ropij Jawa yang terbuat dari emas, perak, dan tembaga, yang dicetak di Surabaya.

  4. Uang Gulden Hindia Belanda: Gulden Hindia Belanda (‘f’=florin)untuk menggantikan Ropij Jawa.

  5. Hubungan Pemerintah Hindia Belanda dan DJB: uang logam, yaitu uang logam Duit (mata uang recehan tembaga yang diterbitkan VOC tahun 1727) yang kembali diberlakukan Van Den Bosch.

  6. Masa DJB Wet: uang kertas yang pernah dicetak De Javasche Bank diantaranya seri J.P. Coen, seri bingkai, dan seri mercurius. Adapun seri wayang merupakan uang kertas terakhir De Javasche Bank, sebelum Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang.

  7. Uang Jepang: uang invasi pada emisi pertama berbahasa Belanda, beredar pada tahun 1942. Emisi kedua, bertuliskan ‘Pemerintah Dai Nippon’, namun tak sempat diedarkan. Emisi ketiga, bertuliskan ‘Dai Nippon Teikoku Seihu’, diedarkan pada tahun 1943.

Daya Tarik dan Fasilitas Museum Bank Indonesia

Ilustrasi Museum Bank Indonesia. Unsplash/Su San Lee.

Selain koleksi numismatik, Museum BI juga memiliki daya tarik lainnya yang bisa dirasakan pengunjung ketika berwisata ke museum ini.

1. Ruang Cinema dan Immersive

Museum BI memiliki ruangan cinema yang bisa digunakan untuk menyaksikan berbagai video sebagai bahan pembelajaran.

Selain itu cinema ini juga dilengkapi dengan layar immersive, dengan teknologi yang mampu mengaburkan batasan antara dunia nyata dengan dunia digital. Ruang dengan teknologi immersive ini sedang trend di kalangan masyarakat.

2. Spot Foto Antimainstream

Museum BI juga bisa jadi spot foto antimainstream. Di mana di sini terdapat ruang photobooth untuk berfoto dengan kamera yang disediakan lalu bisa diunduh melalui email.

Terdapat pula ruang hijau dengan keramik hijau terdapat jam tertua yang merupakan koleksi Museum Bank Indonesia. Juga selasar yang bisa dimanfaatkan untuk membuat foto estetik dengan latar bangunan seperti di Eropa.

Selain daya tarik tersebut, Museum BI juga dilengkapi beberapa fasilitas yang bisa menunjang kegiatan berwisata di antaranya area parkir, Masjid Baitul Iman, dan juga ruang kesehatan.

Masyarakat umum, organisasi juga lembaga lainnya dapat memanfaatkan fasilitas ruang auditorium, ruang serbaguna, tata pamer temporer sebagai lokasi mengadakan acara dan juga pameran.

Jam Buka, Harga Tiket Museum Bank Indonesia dan Info Penting Lainnya

Ilustrasi Museum Bank Indonesia. Unsplash/Claudio Schwarz.

Bagi pengunjung yang ingin berwisata ke Museum BI, bisa datang pada jam operasional museum yakni Selasa hingga Minggu pukul 08.00-15.30 WIB. Museum BI juga memberlakukan jam istirahat pada pukul 12.00-13.00 WIB.

Museum BI tutup pada hari Senin dan juga hari Libur Nasional. Sehingga pengunjung bisa datang pada akhir pekan atau pada jam operasional yang tersedia.

Harga tiket untuk masuk ke Museum BI adalah Rp5.000. Tiket ini juga bisa dibayarkan menggunakan QRIS.

Museum BI juga memberlakukan tiket gratis dengan syarat yaitu:

  • Pelajar/Mahasiswa yang menunjukan Identitas Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa yang masih berlaku.

  • Pengunjung rombongan yang telah mendaftar dan mendapatkan konfirmasi dari Museum Bank Indonesia.

  • Pegawai Bank Indonesia dengan menunjukan tanda pengenal

  • Anak-anak di bawah usia 3 (tiga) tahun.

Pengunjung yang akan berwisata ke Museum BI bisa menggunakan sarana transportasi publik untuk menjangkau tempat wisata ini.

Pengunjung bisa menaiki KRL Commuter Line, dengan pergi menuju Stasiun Jakarta Kota, ataupun menggunakan TransJakarta. Dengan TransJakarta, pengunjung juga bisa turun di Halte Jakarta Kota.

Itulah informasi lengkap mengenai Museum Bank Indonesia, tentang sejarah, koleksi, harga tiket dan beberapa informasi penting lainnya. (Fitri A)