Sejarah Monumen Pancasila Sakti, Simbol Peringatan Peristiwa G30S/PKI

Mengulas serba serbi kota Jakarta, mulai dari sejarah, pariwisata, kebudayaan, dan lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Monumen Pancasila Sakti menjadi penghormatan bagi para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Monumen ini berada di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.
Dikutip dari laman smp2nglipar.pendidikan.gunungkidulkab.go.id, Monumen Pancasila Sakti dibangun atas gagasan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Monumen dibangun di atas tanah seluas 14,6 hektare.
Sejarah Monumen Pancasila Sakti
Untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur, pemerintah Indonesia memutuskan untuk membangun Monumen Pancasila Sakti.
Monumen tidak hanya berdiri sebagai tempat peringatan bagi para korban G30S/PKI, tetapi juga tidak terlepas dari Sejarah Monumen Pancasila Sakti itu sendiri.
Monumen Pancasila Sakti adalah monumen bersejarah yang dibangun untuk mengenang perjuangan para Pahlawan Revolusi untuk mempertahankan ideologi Pancasila dari ancaman Partai Komunis Indonesia (PKI) selama peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
Monumen ini dibangun atas Prakarsa Presiden Soeharto pada pertengahan Agustus 1967 dan diresmikan pada 1 Oktober 1973.
Monumen terdiri dari beberapa bagian penting, termasuk Museum Pengkhianatan PKI, Sumur Tua tempat pembuangan jenazah tujuh Pahlawan Revolusi, Rumah Penyiksaan, Museum Paseban, dan Pos Komando.
Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa tersebut yaitu:
Mayjen TNI Anumerta Soetojo Siswomihardjo
Mayjen TNI Anumerta D.I Panjaitan
Letjen TNI Anumerta R. Soeprapto
Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani
Letjen TNI Anumerta M.T. Harjono
Letjen TNI Anumerta S. Parman
Kapten Czi Anumerta P.A. Tendean
Monumen ini sebagai pengingat penting bagi seluruh bangsa Indonesia tentang pentingnya menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
Selain itu juga berfungsi sebagai tempat edukasi bagi generasi muda agar memahami sejarah bangsa dan tidak melupakan perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan negara dari ancaman yang dapat merusak keutuhan Indonesia.
Setiap tanggal 1 Oktober, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila digelar di Monumen Pancasila Sakti. Presiden, pejabat negara, serta masyarakat umum berkumpul untuk menghormati para Pahlawan Revolusi dan mengingat peristiwa bersejarah tersebut.
Baca juga: Tempat-Tempat Bersejarah di Jakarta yang Bisa Dikunjungi untuk Wisata
Itulah sejarah Monumen Pancasila Sakti yang menjadi simbol penting dalam sejarah Indonesia. Melalui monumen ini, generasi masa kini dan mendatang diingatkan akan pengorbanan para pahlawan dan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah diperjuangakan oleh para pendahulu bangsa. (ERI)
