Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Sejarah Pabrik Gula Klaten Gondang Winangoen, Berdiri Sejak 1860
27 Februari 2025 15:49 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Seputar Jateng tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Bagi masyarakat yang sering melintasi Jalan Raya Jogja Solo tentu tidak asing lagi dengan eksistensi cerobong asap dari Pabrik Gula Gondang Winangoen. Cerita sejarah pabrik gula Klaten satu ini ternyata sangat menarik untuk disimak.
ADVERTISEMENT
Meski tidak lagi beroperasi, pabrik gula ini masih menunjukkan sisa-sisa kejayaannya, sebagai salah satu saksi bisu perjalanan perkembangan industri gula di Indonesia. Hingga kini, destinasi ini menjadi museum, bahkan area istirahat.
Sejarah Pabrik Gula Klaten Gondang Winangoen, Saksi Bisu Kejayaan Indonesia
Pabrik Gula Gondang Winangoen berlokasi di Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Dari pusat kota, destinasi ini berjarak kurang lebih sekitar 6 km di Jalan Raya Jogja-Solo.
Cerita sejarah pabrik gula Klaten ini erat kaitannya dengan pemerintah kolonial Belanda. Pabrik ini didirikan pada tahun 1860 oleh Klattensche Cultuur Maatschappij, perusahaan Belanda yang memiliki kantor pusat di Den Haag.
Pada awal didirikan, pabrik tersebut memang diberi nama Gondang Winangoen. Tahun 1927, perusahaan tersebut turut mengoperasikan sekitar 8 pabrik gula ternama di Jawa Tengah. Beberapa di antaranya Sugar Estates Delanggoe di Surakarta, Sugar Estates Tanjong Modjo di Kudus, dan Sugar Estate Poendoeng di Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
Operasional pabrik gula ini membawa penghidupan yang sangat baik untuk para pekerja. Gaji dan fasilitas sangat memadai, terutama saat pertengahan abad ke-18, ketika Jawa menjadi salah satu pemasok gula paling besar di dunia.
Fasilitas penunjang transportasinya juga lengkap, mulai dari lori, rel, lokomotif, hingga bengkel untuk perbaikan. Dengan begitu, aktivitas pabrik tetap lancar tanpa hambatan.
Bahkan, setelah pabrik berhasil dinasionalisasikan sekitar akhir tahun 1957, berbagai fasilitas serta kemapanan tersebut masih terasa hingga tahun 1970-an. Lalu, pada tahun 1960-an, Gondang Winangoen berubah nama menjadi Pabrik Gula Gondang Baru.
Tahun 1982 menjadi awal mula surutnya masa kejayaan pabrik gula. Akhirnya, pemerintah mengusulkan untuk mendirikan Museum Gula Jawa Tengah di salah satu bekas rumah tinggal kolonial di kompleks pabrik.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari website visitjawatengah.jatengprov.go.id, pembangunan museum ini adalah prakarsa dari H Soepardjo Roestam yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah pada masa itu. Pembangunan langtas mendapat dukungan dari PTP XV- XVI (Persero).
Pabrik Gula Gondang Winangoen kini populer sebagai museum dan area beristirahat. Namun, sejarah pabrik gula Klaten ini membuktikan bahwa Jawa pernah menjadi salah satu pemasok gula paling besar di dunia. (YD)