Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Tradisi Lebaran Ketupat di Jawa Tengah: Sejarah dan Maknanya yang Mendalam
2 April 2025 15:23 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Seputar Jateng tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Tradisi Lebaran Ketupat di Jawa Tengah menjadi salah satu tradisi unik yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Tradisi ini dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
Lebaran ketupat ini memiliki makna filosofis bagi masyarakat Jawa. Biasanya saat Lebaran ketupat ini, masyarakat berkumpul bersama keluarga untuk menyambangi saudara, tetangga, dan lainnya.
Ini Dia Sejarah dan Makna Tradisi Lebaran Ketupat di Jawa Tengah yang Bisa Diketahui
Dikutip dari dero.desa.id, Lebaran ketupat menjadi tradisi dalam masyarakat Jawa yang sudah dijalankan sejak zaman dulu dan dilestarikan hingga sekarang. Banyak orang yang penasaran mengenai tradisi Lebaran Ketupat di Jawa Tengah.
Lebaran ketupat bagi masyarakat Jawa ini disebut juga kegiatan Syawalan. Untuk waktunya ini, Lebaran ketupat dilaksanakan pada tujuh hari atau seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri atau tepatnya pada 7 atau 8 Syawal. Biasanya Lebaran ketupat ini diadakan setelah menjalani puasa Syawal selama 6 hari.
ADVERTISEMENT
Tradisi Lebaran ketupat ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Tradisi ini dikenalkan pertama kali pada era Sunan Kalijaga.
Saat itu, Sunan Kalijaga mengenalkan dua istilah Lebaran yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran yaitu dilaksanakan pada satu Syawal yaitu ketika masyarakat berkunjung ke rumah saudara atau tetangga untuk bersilaturahmi. Sementara Bakda Kupat masyarakat biasanya membuat hidangan berupa ketupat untuk disantap bersama keluarga atau dibagikan kepada saudara dan tetangga.
Tradisi ini memiliki makna yang cukup mendalam. Tidak hanya sekedar makan ketupat saja, melainkan menjadi simbol rasa persaudaraan atau tapi silaturahmi.
Kata "ketupat" sendiri memiliki makna yang cukup mendalam yaitu ngaku lepat yang artinya mengakui kesalahan. Itulah sebabnya selain memohon maaf, masyarakat Jawa memaknai ketupat sebagai laku papat atau empat tindakan yang terdiri dari lebaran, leburan, laburan, dan luberan.
ADVERTISEMENT
Tradisi Lebaran ketupat juga dijadikan sarana untuk mengenalkan ajaran IsIam. Masyarakat bisa mengenal lebih dalam tentang cara bersyukur kepada Allah SWT, bersedekah, dan bersilaturahmi di hari lebaran.
Itulah informasi menarik seputar tradisi Lebaran Ketupat di Jawa Tengah yang bisa diketahui. Tradisi ini menjadi momen penyempurna pada saat Hari Raya Idul Fitri. (VIN)