Wisata Mangrove Tapak: Tempat Wisata Alam yang Edukatif dan Menyenangkan

Artikel yang membahas info seputar kota Semarang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Semarang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu tempat wisata edukatif yang menarik adalah Wisata Mangrove Tapak di Kecamatan Tugu, Semarang. Wisata ini sekaligus menjadi upaya menyelamatkan desa pesisir pantai dari abrasi pantai yang terjadi setiap tahunnya.
Dikutip dari situs pariwisata.semarangkota.go.id, kawasan mangrove ini memiliki luas sekitar 400 hektare. Ada jutaan pohon mangrove yang terdiri dari 5 jenis tanaman, yaitu Avicennia Marina, Rhizophora Mucronata, Excoecaria Aghalloca, Brugueira Cylindrical, dan Xylocarpus Mocullensis.
Menjelajahi Wisata Mangrove Tapak, Ekowisata Edukatif di Semarang
Wisata Mangrove Tapak terletak di Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Selain tanaman mangrove, hutan mangrove ini juga menjadi habitat fauna, khususnya burung air seperti Kuntul Besar dan Belibis Batu.
Wisatawan yang datang ke kawasan hutan mangrove ini bisa belajar edukasi seputar jenis tanaman mangrove, sejarah desa pesisir pantai yang terkena abrasi, hingga keanekaragaman fauna air yang banyak berdatangan di sini.
Tak hanya penggiat konservasi alam yang sering berkunjung ke wisata mangrove ini. Wisatawan luar kota yang sedang berkunjung ke daerah Tugu juga kerap berdatangan sambil liburan bersama keluarga untuk mengelilingi hutan mangrove menggunakan perahu.
Sambil berkeliling hutan mangrove, wisatawan akan dijelaskan oleh pemandu perahu terkait jenis-jenis tanaman mangrove. Bahkan wisatawan diperbolehkan untuk menanam bibit mangrove yang telah disiapkan oleh pengelola wisata.
Di kawasan ini juga ada tempat pengolahan ikan bandeng yang menarik untuk dikunjungi. Wisatawan bisa menyantap kuliner yang ditawarkan di bawah hutang mangrove yang rindang.
Jika hendak berkunjung ke hutan mangrove ini, wisatawan hanya perlu membayar tarif perahu sebesar Rp5.000-Rp10.000 per orang. Jika hanya ingin berfoto di daerah hutan, tidak perlu membayar tiket masuk atau gratis.
Jam operasional kawasan wisata ini mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Waktu yang paling tepat untuk mengelilingi hutan mangrove adalah saat pagi atau sore hari, saat cuaca sedang teduh. Pada sore hari, wisatawan yang beruntung bisa menikmati pemandangan sunset yang menakjubkan.
Pastikan untuk tidak datang diluar jam operasional yang tertera. Hal ini untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan, karena di kawasan hutan mangrove masih belum banyak penerangan.
Baca Juga: Hortimart Agro Center: Wisata Edukasi di Bawen Semarang untuk Liburan
Informasi Wisata Mangrove Tapak di atas bisa menjadi panduan wisata sebelum berkunjung. Ini bisa jadi rekomendasi liburan yang edukatif untuk keluarga. (NAI)
