Konten dari Pengguna

Bunker Kaliadem Merapi: Sejarah dan Cerita Pilunya

Seputar Yogyakarta

Seputar Yogyakarta

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunker Kaliadem Merapil. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber foto: Unsplash.com/Eugenia Clara
zoom-in-whitePerbesar
Bunker Kaliadem Merapil. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber foto: Unsplash.com/Eugenia Clara

Bunker Kaliadem Merapi adalah suatu bangunan beton yang terletak di lereng Gunung Merapi di Yogyakarta. Bunker ini dibangun pada tahun 2001 sebagai tempat evakuasi bagi masyarakat saat terjadi erupsi gunung berapi.

Namun, pada tahun 2006, bunker ini tertimbun oleh aliran piroklastik saat terjadi erupsi besar Merapi. Ternyata ada cerita dibalik letusan tersebut dan masih dikenang hingga saat ini.

Sejarah Bunker Kaliadem Merapi

Bunker Kaliadem Merapi. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber foto: Unsplash.com/Fadhila Nurhakim

Dikutip dari laman resmi Desa Kepuharjo https://kepuharjosid.slemankab.go.id, sejarah Bunker Kaliadem Merapi dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sekitar tahun 2000-an dan awalnya difungsikan sebagai tempat berlindung dari awan panas Gunung Merapi.

Proses pembangunan bunker Kaliadem berlangsung selama sekitar dua tahun. Bunker ini memiliki ukuran panjang 7 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 2,5 meter. Bunker ini juga dilengkapi dengan sistem ventilasi dan pintu besi.

Bunker Kaliadem terletak di Desa Kinahrejo, Hargoninangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bunker ini berada di selatan lereng Gunung Merapi, tepat di atas rumah Mbah Maridjan.

Cerita Pilu di Bunker Kaliadem Merapi

Bunker Kaliadem Merapi. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber foto: Unsplash.com/Eugenia Clara

Ada satu cerita pilu yang hingga kini masih dikenang berhubungan dengan bunker yang satu ini. Pada 14 Juni 2006, terjadi erupsi besar Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas dengan suhu mencapai 600 derajat Celsius dan kecepatan hingga 100 kilometer per jam.

Awan panas ini menutupi seluruh bangunan bunker Kaliadem dan membuat dua orang relawan yang berlindung di dalamnya terjebak dan meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi paling menyedihkan dalam sejarah erupsi Gunung Merapi. Bunker yang seharusnya menjadi tempat perlindungan malah menjadi kuburan bagi dua orang relawan yang berjasa membantu masyarakat.

Saat ini, bunker Kaliadem menjadi salah satu objek wisata di kawasan lereng Gunung Merapi. Wisatawan yang berkunjung dapat melihat langsung bangunan bunker, bahkan masuk ke bagian dalamnya.

Di area bunker ini wisatawan disuguhi panorama keindahan alam lereng Gunung Merapi. Ketika cuaca cerah, wisatawan dapat melihat visual Gunung Merapi dengan jelas. Untuk menuju ke bunker Kaliadem, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa jeep lava tour yang tersedia di sekitar lokasi.

Baca juga: Bersantai di Laguna Pantai Depok yang Mirip Sungai Han di Korea

Bunker Kaliadem Merapi adalah tempat yang menyimpan sejarah dan cerita pilu tentang erupsi Gunung Merapi. Tempat ini juga menjadi saksi bisu tentang pengorbanan dan keberanian para relawan yang membantu masyarakat. (ARD)