Konten dari Pengguna

Geoforest Watu Payung Turunan Gunungkidul: Tempat Sempurna untuk Berburu Sunrise

Seputar Yogyakarta

Seputar Yogyakarta

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Geoforest Watu Payung. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/arief santoso
zoom-in-whitePerbesar
Geoforest Watu Payung. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/arief santoso

Para pemburu sunrise akan menemukan Geoforest Watu Payung Turunan di Gunungkidul sebagai tempat yang ideal. Tempat ini menawarkan kombinasi menarik antara keindahan matahari terbit, pemandangan alam yang memukau, dan ornamen unik.

Nama "Watu Payung" berasal dari adanya batu besar yang mirip payung di area tersebut. Penambahan kata "turunan" diharapkan membawa manfaat bagi warga lokal dan generasi mendatang.

Awalnya, area ini adalah kawasan konservasi hutan jati, yang menjelaskan mengapa istilah "geoforest" masih digunakan untuk menyebut Watu Payung Turunan.

Berburu Sunrise di Geoforest Watu Payung Turunan

Geoforest Watu Payung. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Jaanus Jagomägi

Lebih dari sekadar lokasi fotografi, Geoforest Watu Payung Turunan juga menyediakan suasana yang nyaman untuk menikmati kesegaran pagi.

Waktu terbaik untuk menyaksikan matahari terbit di lokasi ini adalah dari pertengahan Mei hingga pertengahan Juni. Pada periode ini, posisi matahari di lintang utara membuat sunrise terlihat jelas dari lokasi ini, sementara cuaca masih belum terlalu kering.

Suasana pagi yang sejuk dipadu dengan pemandangan pegunungan dan kabut tipis menjadikan momen ini sempurna untuk diabadikan. Saat matahari muncul dengan sinar kuning keemasan, pemandangan menjadi semakin memukau.

Dikutip dari visitingjogja.jogjaprov.go.id, lokasi ini menawarkan berbagai spot foto menarik, seperti Hasta Apsari yang sangat populer. Biaya untuk menggunakan spot foto hanya Rp5.000. Bagi yang tidak membawa kamera, tersedia layanan fotografi dengan biaya Rp3.000 per file. Untuk sesi foto prewedding, biayanya adalah Rp250.000.

Jam Operasional, Lokasi, dan Rute

Geoforest watu Payung. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/shutterbugs_3130

Watu Payung Turunan buka setiap hari dari pukul 04.45 sampai 21.00. Lokasinya berada di tengah pegunungan di Dusun Turunan, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Untuk mencapainya dari Kota Yogyakarta, jalur terbaik adalah melalui Jalan Imogiri Barat. Berikut rute selengkapnya:

  1. Setelah melewati Kecamatan Imogiri, arahkan kendaraan ke selatan mengikuti Jalan Imogiri-Siluk.

  2. Terus mengikuti Jalan Imogiri-Siluk hingga bertemu dengan Jalan Siluk-Panggang di daerah pegunungan.

  3. Dari sana, ikuti jalan sekitar 10 kilometer hingga menemukan petunjuk arah ke Geoforest Watu Payung Turunan.

  4. Dari petunjuk itu, belok kiri ke timur dari Jalan Siluk-Panggang ke jalan yang lebih kecil. Jalan tersebut masih dalam kondisi baik dengan aspal yang mulus.

  5. Setelah sekitar 2,5 kilometer, destinasi akan berada di sisi kiri jalan. Ada pos retribusi sebelum area parkir untuk pembelian tiket masuk.

Baca juga: Gunung Kidul Daerah Mana? Ini Dia Profil dan Lokasinya

Geoforest Watu Payung Turunan menawarkan pengalaman menakjubkan bagi siapa saja yang ingin menikmati matahari terbit. Tempat ini menjadi saksi keindahan alam yang tak terlupakan di Yogyakarta. (CR)