Kisah Alun-Alun Utara Yogyakarta yang Menarik untuk Ditelusuri

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yogyakarta memiliki dua alun-alun yang menjadi landmark dari kota ini. Salah satunya adalah Alun-Alun Utara Yogyakarta. Alun-alun ini mempunyai kisah yang menarik untuk ditelusuri.
Kisah tersebut bisa menambah wawasan para wisatawan terkait tempat-tempat terkenal di Yogyakarta. Selain itu, kisah ini juga bisa dipelajari agar kunjungan ke Yogyakarta menjadi lebih berkesan.
Kisah Alun-Alun Utara Yogyakarta di Masa Lalu
Menurut situs jogjakota.go.id, Yogyakarta merupakan kota yang berada di tengah-tengah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota ini merupakan ibu kota sekaligus satu-satunya daerah tingkat I yang berstatus kota di provinsi tersebut.
Kota ini memiliki berbagai landmark yang cukup terkenal. Salah satunya adalah Alun-Alun Utara Yogyakarta. Seperti namanya, tempat yang sering disebut sebagai Alun-Alun Lor dalam bahasa Jawa ini berada di utara Keraton Yogyakarta.
Alun-alun ini sempat memiliki berbagai fungsi di masa lampau. Berikut di antaranya.
1. Tempat Bupati Beristirahat
Dahulu alun-alun ini mempunyai 64 pohon beringin yang menjadi simbol usia Rasulullah SAW dalam perhitungan Jawa saat wafat. Di antara beringin tersebut, ada berbagai pendopo tempat para bupati beristirahat saat mempunyai urusan dengan sultan
2. Pengadilan Agama
Tak hanya itu saja, alun-alun ini juga mempunyai dua bangsal di antara gerbang ke Masjid Gedhe. Fungsinya adalah sebagai pengadilan agama.
3. Tempat Latihan Prajurit dan Masyarakat Beraspirasi
Selain itu, alun-alun ini memiliki berbagai fungsi lainnya. Misalnya adalah tempat latihan para prajurit. Rakyat Yogyakarta pun menggunakan alun-alun ini untuk berbagai kegiatan agar aspirasinya didengar oleh sultan.
4. Area Umum
Alun-Alun Utara pernah mengalami perubahan fungsi seiring berkembangnya zaman. Misalnya, sebagai area umum yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan apa saja.
Selain itu, alun-alun ini sempat digunakan untuk pasar rakyat sekaten hingga tempat parkir. Hal ini membuat alun-alun tak sakral seperti sebelumnya.
Alun-Alun Utara Yogyakarta Saat Ini
Di masa sekarang, alun-alun tak bisa dimasuki sembarang orang. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan fungsinya sebagai tempat sakral seperti sebelum digunakan oleh masyarakat umum. Bahkan kini alun-alun tersebut telah dipagari.
Selain itu, alun-alun kini ditutupi oleh lautan pasir sejak tahun 2022. Lautan pasir ini memiliki makna laut yang tak berpantai layaknya Tuhan yang Maha Tak Terhingga.
Baca juga: Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Tempat Wisata yang Murah Meriah
Kesimpulannya, dahulu Alun-Alun Yogyakarta digunakan untuk berbagai keperluan dari masa ke masa. Namun, sekarang tak sembarang orang bisa masuk ke alun-alun ini agar kembali sakral seperti dahulu. (LOV)
