Konten dari Pengguna

Museum Ullen Sentalu: Jelajah Sejarah Jawa lewat Lukisan, Batik, dan Cerita

Seputar Yogyakarta
Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
2 April 2025 4:47 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Museum Ullen Sentalu. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Hester Qiang
zoom-in-whitePerbesar
Museum Ullen Sentalu. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Hester Qiang
ADVERTISEMENT
Museum Ullen Sentalu jadi salah satu destinasi budaya yang punya daya tarik berbeda di Yogyakarta. Letaknya di kawasan Kaliurang yang adem dan tenang, jauh dari hiruk pikuk kota. Suasananya tak kaku seperti museum pada umumnya. Dari luar saja, bangunannya sudah kelihatan unik dan bikin penasaran.
ADVERTISEMENT
Museum ini cocok buat yang suka suasana tenang dan senang dengan hal-hal berbau sejarah. Juga buat yang sekadar ingin menikmati sisi lain dari budaya Jawa.

Museum Ullen Sentalu: Sejarah dan Daya Tariknya

Museum Ullen Sentalu jadi salah satu spot budaya paling menarik di Yogyakarta. Lokasinya ada di kawasan Kaliurang, Sleman, yang udaranya sejuk dan suasananya tenang. Bangunannya tersembunyi di tengah pepohonan, bikin suasana makin adem dan beda dari museum pada umumnya.
Nama Ullen Sentalu berasal dari filosofi Jawa: Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku. Artinya kira-kira, cahaya jadi petunjuk utama dalam menjalani hidup. Maknanya dalam, selaras dengan tujuan museum ini yang ingin jadi penerang budaya.
Museum ini berdiri atas inisiatif keluarga Haryono, lalu diresmikan pada 1 Maret 1997 oleh KGPAA Paku Alam VIII. Visi utamanya jelas: menjaga, merawat, dan memperkenalkan budaya Jawa yang makin hari makin tergerus zaman.
ADVERTISEMENT
Isinya bukan cuma benda tua yang dipajang begitu saja. Setiap koleksi di sini punya cerita. Ada batik lawas, lukisan bangsawan, alat musik gamelan, sampai surat dan foto-foto tempo dulu. Semua berkaitan erat dengan kehidupan bangsawan Mataram seperti Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman.

Panduan Wisata di Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu buka setiap Selasa sampai Minggu, dari pukul 08.30 sampai 16.00. Hari Senin tutup. Tiket bisa langsung dibeli di loket. Tapi buat rombongan atau tur Vorstenlanden, disarankan reservasi dulu lewat kontak resmi di situsnya.
Dikutip dari ullensentalu.com, pengunjung bisa pilih tiga jenis tur, tinggal sesuaikan dengan minat dan waktu. Berikut penjelasannya.

1. Tur Adiluhung Mataram

Dengan biaya Rp50.000, pengunjung dapat menjelajahi budaya luhur Mataram melalui koleksi lukisan, foto, syair, dan batik. Pengunjung akan berkenalan dengan para bangsawan Mataram dan menyelami kisah hidup mereka. Area yang dikunjungi meliputi Guwa Sela Giri dan Kampung Kambang.
ADVERTISEMENT

2. Tur Skriptorium

Seharga Rp60.000, tur ini membawa pengunjung menyusuri lini masa sejarah, peradaban, dan budaya Jawa serta Nusantara. Berkenalan dengan moyang manusia Nusantara, kemegahan arsitektur Medang karya Dinasti Sailendra, hingga perjuangan para pendiri bangsa.

3. Tur Vorstenlanden

Dengan tarif Rp100.000, pengunjung dapat menjelajahi sejarah kekuasaan Jawa serta masa kejayaan Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta melalui koleksi lukisan masterpiece museum.
Pengunjung akan singgah juga di Esther Huis, rumah bergaya Indies dengan koleksi kebaya, batik, dan hiasan antik budaya Indies. Tur ini diakhiri dengan sajian teh atau kopi dan homemade kukis dari Beukenhof Bakkerij. Area yang dikunjungi meliputi Djagad Gallery, Esther Huis, dan Sasana Sekar Bawana.
ADVERTISEMENT
Museum Ullen Sentalu memberikan wawasan dan pengalaman yang beda soal budaya Jawa. Tempat ini cocok buat yang suka kisah-kisah lama. (CR)