Penulisan Jogja yang Benar dan Latar Belakang Ada Dua Penyebutan

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jogja merupakan kota yang sering didengar, karena kota ini salah satu destinasi wisata populer yang ada di Indonesia. Tapi perihal penyebutan nama Jogja ada beberapa versi sehingga harus mengetahui penulisan Jogja yang benar.
Jogja sering juga ditulis dengan Yogyakarta kemudian ada juga yang menulis Ngayogyakarta. Tentunya ini menimbulkan berbagai pertanyaan, mengapa ada banyak penyebutan yang umum digunakan untuk satu kota.
Ketahui Penulisan Jogja yang Benar
Jogja, sebuah nama yang sering didengar dan lihat dalam berbagai konteks. Akan tetapi dalam beberapa kesempatan daerah yang berada di selatan Pulau Jawa ini juga disebut dengan Yogyakarta.
Lalu sebenarnya bagaimana penulisan Jogja yang benar? Apakah tetap Jogja atau justru Yogyakarta?
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Yogyakarta https://www.jogjakota.go.id, secara resmi, penulisan yang benar adalah Yogyakarta. Nama ini digunakan dalam konteks formal dan resmi, seperti dalam dokumen pemerintah, peta, dan media berita.
Kata Yogyakarta berasal dari kata Sansekerta Ayogyaparta yang berarti kota yang tidak dapat dikalahkan.
Akan tetapi daerah ini lebih dikenal dengan Jogja. Di mana penyebutan ini sering digunakan dalam berbagai kegiatan dan juga percakapan sehari-hari, media sosial maupun di kalangan masyarakat lokal sendiri.
Ada beberapa penjelasan mengenai mengapa ada dua penyebutan bahkan lebih untuk Yogyakarta. Salah satu alasannya karena Jogja lebih mudah untuk diucapkan dan ditulis dibandingkan dengan kata Yogyakarta yang cukup panjang.
Hal tersebut membuat penyebutan Jogja lebih populer di kalangan masyarakat umum. Selain itu ada juga yang mengatakan jika Jogja merupakan bentuk branding untuk kepentingan industri wisata kota ini.
Mengingat Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang mengandalkan industri pariwisata. Di sini setiap tahunnya ada puluhan ribu wisatawan yang datang untuk berlibur dan menikmati berbagai pesona wisatanya,
Kota ini berdiri akibat adanya Perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari tahun 1755 yang ditangani oleh Belanda yang diwakili oleh Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel.
Perjanjian tersebut menyebutkan bahwa Negara Mataram dibagi dua yaitu setengah masih menjadi Hak Kerajaan Surakarta dan setengah lagi menjadi hak dari Pangeran Mangkubumi.
Dalam perjanjian itu pula Pangeran Mangkubumi diakui menjadi Raja atas setengah daerah Pedalaman Kerajaan Jawa dengan Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah.
Baca juga: 3 Tempat Berburu Takjil di Yogyakarta, sembari Ngabuburit
Baik Yogyakarta maupun Jogja adalah penulisan yang benar, tergantung pada konteksnya. Penjelasan mengenai Penulisan Jogja yang benar di atas semoga bisa menambah pengetahuan mengenai Yogyakarta. (ARD)
