Sejarah dan Daya Tarik Masjid Gede Kauman, Salah Satu Destinasi Wisata Religi

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Gede Kauman adalah salah satu masjid tertua dan terbesar di Yogyakarta. Masjid ini menjadi ikon dari Kota Jogja sekaligus menjadi destinasi wisata religi yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Bagaimana sejarah pembangunan masjid tertua di Jogja ini? Pembangunan masjid ini ternyata sudah dimulai sejak tahun 1773. Dikutip dari laman resmi DPAD Yogyakarta http://dpad.jogjaprov.go.id, Masjid ini dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1773 sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Yogyakarta.
Sejarah Pembangunan Masjid Gede Kauman
Masjid ini juga menjadi simbol akulturasi antara budaya Jawa dan Islam yang harmonis. Masjid Gede Kauman memiliki arsitektur yang unik dan khas. Bangunan utama masjid berbentuk persegi dengan atap tajug bersusun tiga yang melambangkan tingkatan hubungan manusia dengan Allah Swt.
Atap tajug merupakan warisan dari arsitektur rumah Jawa tradisional. Masjid ini juga dikelilingi oleh pagar pembatas, kolam, dan menara yang menunjukkan pengaruh dari arsitektur kerajaan Jawa.
Masjid Gede Kauman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat berkumpulnya para ulama, pengadilan syariah, pusat pendidikan, dan tempat pernikahan.
Masjid ini menjadi saksi sejarah dari berbagai peristiwa penting, seperti perang Diponegoro, pergerakan nasional, hingga kemerdekaan Indonesia. Masjid ini juga menjadi tempat Sultan Yogyakarta menunaikan salat Jumat bersama rakyatnya.
Daya Tarik Masjid Gede Kauman
Ada beberapa daya tarik dari masjid yang satu ini, dilihat dari beberapa aspek yang berbeda.
1. Arsitektur yang Khas dan Unik
Daya tarik pertama dari masjid ini adalah arsitektur bangunannya yang sangat unik dan khas. Bangunan ini memadukan antara budaya asli Jawa dan Islam. Salah satu yang cukup menarik adalah adanya tiang-tiang yang terbuat dari kayu jati yang sudah berusia 200 tahun lebih.
Keunikan lainnya adalah dinding masjid yang dipasang dengan menggunakan batu kali. Selain itu bentuk atap juga berbeda dari bangunan pada umumnya serta memiliki makna tersendiri.
2. Suasana yang Tenang
Masjid ini memiliki suasana yang tenang, indah, dan sakral. Di sini, wisatawan bisa melihat berbagai koleksi benda-benda bersejarah, seperti mimbar, bedug, prasasti, jam dinding, dan lain-lain.
Baca juga: 3 Hotel Murah di Jogja di bawah 100 Ribu dekat Malioboro
Bagi yang ingin berkunjung dan melihat salah satu peninggalan bersejarah di Jogja, lokasinya berada tidak jauh dari Keraton yaitu di Alun-Alun Keraton, Jl. Kauman, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Masjid Gede Kauman adalah salah satu destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi saat berada di Yogyakarta. Masjid ini tidak hanya menawarkan keindahan fisik, tetapi juga kekayaan sejarah dan budaya yang patut kita pelajari dan lestarikan. (WWN)
