Sejarah Museum Dirgantara Mandala TNI AU

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat perlu mengetahui sejarah Museum Dirgantara yang memiliki luas area sekitar 4,2 hektar dan luas bangunan 8.765 m2. Untuk bisa ke tempat wisata ini, masyarakat hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp6.000.
Dikutip dari situs resmi Kemendikbudristek, museum.kemdikbud.go.id, museum ini berlokasi di Kompleks Pangkalan Udara Adisucipto Jl. Raya Janti, Yogyakarta. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 - 16.00 WIB.
Sejarah Museum Dirgantara Mandala
Sejarah Museum Dirgantara Mandala awalnya dibangun di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta. Gedung tersebut diresmikan oleh Panglima AU Laksamana Roesmin Noerjadin pada tanggal 4 April 1969.
Pada 29 Juli 1978, Museum dengan nama lengkap Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala itu berpindah ke Yogyakarta. Tepatnya di gedung museum yang ada di Kesatrian AKABRI Bagian Udara.
Alasannya karena daerah tersebut adalah tempat lahir dan pusat kegiatan TNI AU. Seiring berkembangnya Alutsista Udara, tempat tersebut tidak dapat lagi menampung koleksi-koleksi pesawat terbang dari TNI AU.
Oleh karena itu, pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkannya lagi dan menunjuk gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisutjipto. Proses pemindahan pun berlangsung pada tanggal 17 Desember 1982.
Pada saat itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menjadi saksinya dengan menandatangani sebuah prasasti. Tanggal 11 April 1984, KSAU mengeluarkan surat perintah dengan No.Sprin/05/IV/1984.
Surat tersebut berisi arahan merehabilitasi gedung museum yang akan dipersiapkan sebagai gedung permanen Museum Dirgantara Mandala. Pada tanggal 29 Juli 1984, gedung Museum ini diresmikan oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Sukardi.
Koleksi Museum Dirgantara Mandala
Museum ini menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah dan peristiwa sejarah Angkatan Udara Indonesia. Sejumlah pesawat tempur dan replikanya juga terdapat di museum ini yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan.
Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala mendapat tambahan koleksi berupa Prototype Bom sejumlah 9 buah buatan Dislitbangau yang bekerjasama dengan PT. Pindad dan PT. Sari Bahari. Berikut koleksi lain yang ada di museum tersebut.
Pesawat Ki-43 buatan Jepang
Pesawat PBY-5A (Catalina).
Replika pesawat WEL-I RI-X (Pesawat pertama hasil produksi Indonesia)
Pesawat A6M5 Zero Sen buatan Jepang.
Pesawat pembom B-25 Mitchell, B-26 Invader, TU-16 Badger.
Helikopter Hillier 360 buatan AS.
Pesawat P-51 Mustang buatan AS.
Pesawat KY51 Cureng buatan Jepang.
Replika pesawat Glider Kampret buatan Indonesia.
Pesawat TS-8 Dies buatan AS.
Pesawat Lavochkin La-11, Mig-15, MiG-17 dan MiG-21 buatan Russia.
Rudal SA-75[3]
Baca juga: 3 Museum di Yogyakarta dan Lokasinya, Cocok untuk Wisata Sejarah
Itulah sejarah Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara yang perlu diketahui masyarakat. Masyarakat bisa mengunjunginya sebagai wisata edukatif dengan biaya yang terjangkau. (Msr)
