Konten dari Pengguna

Sejarah Museum Sonobudoyo yang Menyimpan Sejarah dan Budaya Jawa

Seputar Yogyakarta

Seputar Yogyakarta

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Museum Sonobudoyo. Sumber foto: Unsplash/Matteo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Museum Sonobudoyo. Sumber foto: Unsplash/Matteo

Sejarah Museum Sonobudoyo berawal dari berdirinya sebuah yayasan di Surakarta bernama Java Instituut pada tahun 1919. Museum ini berdiri untuk melestarikan kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok.

Berdasarkan keputusan Kongres tahun 1924, Java Instituut lantas mendirikan sebuah museum di Yogyakarta. Lalu, pada tahun 1929 dilakukan pengumpulan data kebudayaan dari daerah Jawa, Madura, Bali, dan Lombok.

Sejarah Museum Sonobudoyo

Ilustrasi Sejarah Museum Sonobudoyo. Sumber foto: Unsplash/Antenna

Sejarah Museum Sonobudoyo dimulai saat pembentukan Panitia Perencana Pendirian Museum pada tahun 1931 dengan beranggotakan Ir.Th. Karsten P.H.W. Sitsen dan Koeperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” tanah.

Dikutip dari situs resmi Museum Sonobudyo, (https://sonobudoyo.com/), tanah ini hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Tanah ini ditandai dengan sengkalan candrasengkala “Buta ngrasa estining lata” tahun 1865 Jawa.

Sedangkan peresmian dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII pada hari Rabu Wage pada tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa. Dengan ditandai candra sengkala “Kayu Winayang Ing Brahmana Budha” yang berarti tahun Jawa atau tanggal 6 Nopember 1935 tahun Masehi.

Pada masa pendudukan Jepang, museum ini dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (Kantor sosial bagian pengajaran). Kemudian, di zaman kemerdekaan museum ini dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Prawito (Jajaran pemerintah DIY).

Selanjutnya pada akhir tahun 1974 Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat atau Dikbud, yang secara langsung bertanggung jawab kepada Dirjen dengan berlakunyaUU No. 22 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan Provinsi sebagai Otonomi Daerah.

Museum Sonobudoyo pada Januari 2001 mulai bergabung pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY. Museum ini diusulkan menjadi UPTD Perda No. 7 tentang pembentukan dan organisasi UPTD pada Dinas Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi DIY.

  1. Hal ini juga tertuang dalam SK Gubernur No. 161 tentang TU – Poksi. Berikut beberapa koleksi yang tersimpan di Museum Negeri Sonobudyo.

  2. Jenis Koleksi Geologika

  3. Jenis Koleksi Biologika

  4. Jenis Koleksi Ethnografika

  5. Jenis Koeksi Arkeologi

  6. Jenis Koleksi Numismatika atau Heraldika

  7. Jenis Koleksi Historika

  8. Jenis Koleksi Filologika

  9. Jenis Koeksi Keramologika

  10. Jenis Koleksi Senirupa

  11. Jenis Koleksi Teknologika

Baca juga: Museum Affandi, Tempat Penuh Inspirasi Sekaligus Hiburan di Jogja

Itulah sejarah Museum Sonobudoyo yang menyimpan sejarah dan budaya Jawa lengkap. Masyarakat Indonesia harus senantiasa melestarikan kebudayaan Lokal sebagai indentitas Indonesia itu sendiri. (Gin)