Konten dari Pengguna

Siapa yang Membangun Taman Sari Yogyakarta? Ini Jawabannya

Seputar Yogyakarta

Seputar Yogyakarta

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siapa yang membangun taman sari Yogyakarta. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siapa yang membangun taman sari Yogyakarta. Sumber: www.unsplash.com

Kota Yogyakarta memiliki banyak peninggalan bersejarah yang kini menjadi objek wisata. Salah satunya kompleks Taman Sari yang lokasinya tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Taman ini begitu populer dan masih menyisakan kemegahan. Lantas, sesungguhnya siapa yang membangun taman sari Yogyakarta?

Menurut laman budaya.jogjaprov.go.id, Taman Sari dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1757. Beliau menciptakan gaya arsitektur baru yang merupakan campuran gaya Jawa dan Portugis. Taman Sari ini berjarak sepuluh menit berjalan kaki dari istana Sultan ke arah Barat Daya.

Pembangunan Taman Sari Yogyakarta yang Begitu Indah

Ilustrasi siapa yang membangun taman sari Yogyakarta. Sumber: www.unsplash.com

Banyak wisatawan yang penasaran siapa yang membangun Taman Sari Yogyakarta jika melihat betapa menakjubkannya lokasi tersebut.

Pada masa lalu, kompleks Taman Sari dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I sebagai tanda penghargaan atas jasa permaisuri. Sultan menilai, sang permaisuri telah banyak turut menderita ketika Hamengku Buwono I melakukan peperangan Giyanti.

Nama Taman Sari dapat diartikan sebagai suatu taman yang sangat indah dan memesona. Pembangunan kompleks Taman Sari selesai pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono II dan mendapat julukan Istana Air.

Setelah pembangunan rampung, Taman Sari menjadi tempat rekreasi dan peristirahatan bagi Sultan Hamengku Buwono I, permaisuri, anak-anak, dan kerabatnya. Pantas saja, bangunan Taman Sari memiliki beberapa area, yaitu kolam pemandian, tempat ganti pakaian, taman-taman, dan ruangan untuk menari.

Selain itu, kompleks Taman Sari juga berfungsi sebagai lokasi pertahanan karena dilengkapi dengan lorong-lorong bawah tanah dan dapur.

Baca juga: 6 Tempat Wisata di Yogyakarta, yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

3 Pulau Buatan dalam Taman Sari Yogyakarta

Ilustrasi siapa yang membangun taman sari Yogyakarta. Sumber: www.unsplash.com

Pada masa lalu, kompleks Taman Sari menempati wilayah seluas 10 hektar dan terdiri dari 57 bangunan.

Kini kompleks ini sudah jauh berkurang luasnya, sebagian besar dijadikan hunian oleh warga setelah gempa besar meruntuhnya bangunan-bangunannya. Sebagian lagi kini dilestarikan sebagai objek wisata.

Begitu luasnya kawasan ini, hingga ada pulau atau pulo (dalam bahasa Jawa) buatan yang diwujudkan di sini. Apa saja?

1. Pulo Kenanga

Pulo Kenanga, atau dikenal juga sebagai Pulo Cemeti, adalah sebuah pulau buatan yang berada di tengah-tengah segaran atau laut buatan. Di segaran ini selain ditebar berbagai jenis ikan, juga dimanfaatkan untuk kerabat kerajaan bermain sampan.

Di Pulo Kenanga ini didirikan sebuah gedung berlantai dua yang dikelilingi tanaman kenanga, dinamakan dengan Gedhong Kenanga. Posisinya cukup tinggi, membuat orang dapat mengamati kawasan Keraton Yogyakarta dari atasnya.

Gedung inilah yang dari kejauhan tampak mengambang di atas air sehingga memunculkan istilah Istana Air.

2. Pulo Panembung

Pulo Panembung berada di sebelah selatan dari Pulo Kenanga. Di sini terdapat bangunan berlantai dua yang disebut Gedhong Panembung, tempat Sultan berkontemplasi dan bermeditasi, memohon kepada Yang Maha Kuasa.

Panembung sendiri berasal dari kata nembung, atau memohon. Di bangunan ini terdapat sebuah sumur yang menggantung di atas tanah, sehingga disebut juga Sumur Gumantung.

3. Pulo Gedhong

Terdapat satu lagi segaran dengan pulau buatannya di sebelah timur Plataran Kamandhungan Kidul. Konon pulau buatan tersebut disebut sebagai Pulo Gedhong, atau dikenal juga sebagai Pulo Kinupeng. Sedang bangunan yang berdiri di atasnya disebut Gedhong Gadhing.

Bangunan ini menjulang tinggi sehingga juga disebut sebagai Menara Kota.

Sayangmya, seluruh pulo ini sekarang sudah lenyap dan telah berubah menjadi pemukiman penduduk, namun lokasinya masih dikenal sebagai Kampung Segaran.

Setelah tahu siapa yang membangun Taman Sari Yogyakarta, tampak jelas betapa cerdasnya Sultan Hamengku Buwono I merancang bangunan Taman Sari ini. Bahkan hingga saat ini, setiap sudut situs Taman Sari yang tersisa masih membuat wisatawan berdecak kagum.(VAN)