Konten dari Pengguna

KKN : Implementasi nilai islam dalam kegiatan menanam sayur bersma warga RW. 08

Serly Maeda

Serly Maeda

Seorang mahasiswi dengan jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Serly Maeda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama setelah memanen sayur bersama ibu ibu KWT (Kelompok Wanita Tani)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama setelah memanen sayur bersama ibu ibu KWT (Kelompok Wanita Tani)

Pendahuluan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai wujud implementasi dari ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah. Salah satu bentuk kegiatan KKN yang memiliki dampak positif bagi masyarakat adalah program penanaman sayur untuk ketahanan pangan. Di RW.08 Cirendeu, kegiatan ini dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam artikel ini, akan dibahas bagaimana kegiatan menanam dan memanen sayuran bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di RW.08 Cirendeu dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut.

Konsep Bersyukur dalam Pertanian

Islam mengajarkan pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Dalam konteks pertanian, bersyukur dapat diartikan sebagai rasa syukur atas hasil panen dan upaya yang dilakukan dalam merawat tanaman. Kegiatan menanam sayur tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan sebuah ibadah yang membawa dampak positif bagi kesehatan spiritual dan fisik. Dengan menanam sayur, kita dapat merasakan hasil jerih payah yang telah dilakukan, sehingga rasa syukur pun semakin mendalam.

Kegiatan Pertama: Pelatihan Menanam Sayur

Proses kegiatan dimulai dengan pelatihan menanam sayur yang diikuti oleh para ibu-ibu KWT di RW.08 Cirendeu. Pengarahan dilakukan oleh mahasiswa KKN yang telah memiliki pengetahuan tentang teknik pertanian organik. Pelatihan ini mencakup pemilihan bibit yang baik, teknik penanaman, hingga perawatan tanaman. Melalui kegiatan ini, para ibu tidak hanya diajarkan teknik pertanian, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya merawat lingkungan.

Diskusi tentang Nilai-nilai Islam

Dalam setiap sesi pelatihan, mahasiswa KKN secara khusus menekankan nilai-nilai Islam yang relevan dengan pertanian, seperti sikap tawakkal (berserah diri kepada Allah) dan pentingnya menjaga alam sebagai amanah. Ibu-ibu KWT diajak untuk berdiskusi mengenai pentingnya berdoa sebelum memulai suatu usaha, termasuk dalam menanam sayur. Hal ini diharapkan dapat memperkuat keimanan serta menumbuhkan rasa syukur atas hasil panen yang akan didapatkan kelak.

Kegiatan Kedua: Menanam Bersama

Setelah mendapatkan pelatihan, kegiatan menanam sayur pun dilaksanakan secara bersama-sama. Kegiatan ini menjadi momen yang tidak hanya menguatkan keterampilan bertani, tetapi juga mempererat silaturahmi di antara para peserta. Dalam suasana kebersamaan ini, mahasiswa KKN dan ibu-ibu KWT bekerja sama untuk menyiapkan lahan, menggali tanah, dan menanam bibit sayur. Setiap langkah dalam proses ini selalu diiringi dengan doa dan ucapan syukur, menjadikan aktivitas ini sebagai bentuk ibadah yang menyenangkan.

Penekanan Pada Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

Salah satu nilai yang dijunjung dalam kegiatan ini adalah pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Mahasiswa KKN menekankan prinsip pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia berbahaya. Dengan demikian, hasil panen bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan jasmani, tetapi juga aman untuk dikonsumsi. Upaya menjaga lingkungan ini sejalan dengan ajaran Islam yang menuntut umatnya untuk memelihara bumi dan alam seisinya.

Kegiatan Ketiga: Memanen Hasil Tanaman

Setelah beberapa minggu melakukan perawatan, tiba saatnya untuk memanen sayur. Aktivitas memanen ini merupakan puncak dari seluruh usaha dan kerja keras yang telah dilakukan. Ibu-ibu KWT dan mahasiswa KKN berkumpul di kebun sayur, menantikan saat-saat menyenangkan saat hasil panen siap diangkat. Momen ini menjadi sangat spesial, karena tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga mengingatkan semua peserta untuk bersyukur kepada Allah atas karunia yang telah diberikan.

Penyajian Hasil Panen

Setelah memanen, hasil sayuran dibagikan secara merata kepada semua anggota KWT dan disajikan dalam upacara sederhana. Dalam suasana penuh rasa syukur ini, setiap ibu diundang untuk berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama proses menanam dan merawat sayur. Diskusi ini membuka kesempatan bagi mereka untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, memperkuat solidaritas di antara anggota komunitas.

Kesimpulan

Kegiatan menanam sayur di RW.08 Cirendeu tidak hanya berhasil membekali ibu-ibu KWT dengan pengetahuan baru dalam pertanian, tetapi juga mengajak mereka untuk lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dengan konsep bersyukur sebagai landasan, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui Kuliah Kerja Nyata, mahasiswa tidak hanya dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat, tetapi juga menguatkan implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk program-program serupa di masa depan, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan bersyukur.