Konten dari Pengguna

Cerita Lama, Cara Baru: Ketika Folklore Indonesia Masuk ke Dunia VTuber

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Serren Surya Anggita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana siaran perdana grup VTuber PANDAVVA. (Foto: Tangkapan layar YouTube/PANDAVVA) (Saksikan siaran selengkapnya di https://www.youtube.com/live/XfpgXiNy9Ys?si=76ynCg2YBO-flIEY)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana siaran perdana grup VTuber PANDAVVA. (Foto: Tangkapan layar YouTube/PANDAVVA) (Saksikan siaran selengkapnya di https://www.youtube.com/live/XfpgXiNy9Ys?si=76ynCg2YBO-flIEY)

Fenomena folklore Indonesia masuk ke dunia VTuber kini menjadi warna baru dalam industri hiburan digital tanah air. Karakter hantu lokal hingga legenda pewayangan tak lagi sekadar cerita tua, melainkan bertransformasi menjadi persona maya yang digemari generasi muda sebagai wadah kreatif pelestarian budaya.

Salah satu pionir yang sukses mencuri perhatian adalah Mika Melatika. Mantan VTuber besutan NIJISANJI ID ini mempopulerkan julukan "your friendly kuntilanak". Dengan visual bergaun merah dan narasi yang terinspirasi dari mitos kuntilanak merah, Mika berhasil mengubah citra hantu lokal yang menakutkan menjadi sosok virtual yang ramah dan menghibur.

Salah satu klip penampilan Mika Melatika (Sumber Foto: Tangkapan Layar Youtube/Mika Melatika) (Saksikan klip selengkapnya di https://youtu.be/9QA-61oUMGM?si=a3dr7H7ttKhd60NY)

Tak hanya mitos mistis, kisah pewayangan juga menemukan ruang baru di dunia maya lewat kelompok VTuber PANDAVVA. Terdiri dari lima karakter Arjuna Arkana, Bima Bayusena, Nakula Nalendra, Sadewa Sagara, dan Yudistira Yogendra membawakan narasi epik Mahabharata ke dalam format hiburan modern.

Kehadiran sosok seperti Mika Melatika hingga PANDAVVA membuktikan bahwa pelestarian tradisi tak harus selalu kaku atau terbatas pada ruang pameran. Lewat medium budaya populer ini, warisan leluhur justru menemukan napas baru yang dinamis dan dapat diresapi secara alami oleh audiens muda.

Ditulis Oleh: Serren Surya Anggita