Program Bolsa Família: Sukses dalam Mengatasi Kemiskinan di Brasil

Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Setiorini Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selama beberapa dekade, Brasil berjuang melawan isu ketimpangan struktural dan kemiskinan, dengan tingkat kelaparan dan kekurangan yang tinggi.
Pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an tingginya tingkat kelaparan, kemiskinan dan kesenjangan menjadi ciri kehidupan perkotaan di banyak kota, khususnya kota-kota berpenduduk padat di Brasil.
World Bank memperkirakan bahwa antara tahun 1995 dan 2003 terdapat lebih dari 20 juta warga Brasil yang hidup di bawah garis kemiskinan internasional yang kemudian didefinisikan sebagai masyarakat yang berpenghasilan kurang dari USD1,90 per hari.
Hal ini dipandang sebagai masalah antargenerasi di mana anak-anak tidak memperoleh pendidikan dan manfaat lain yang memungkinkan mereka untuk keluar dari kemiskinan akibat latar belakang keluarga mereka yang berpenghasilan rendah.
Di tengah keadaan warga Brasil yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan, Bolsa Família hadir sebagai jawaban untuk mengatasi tantangan kemiskinan di Brasil.
Bolsa Família merupakan program CCT (Conditional Cash Transfer) atau program bantuan tunai bersyarat yang telah menjadi bagian penting dari kebijakan sosial dan ekonomi di sebagian besar negara berkembang. Pada tahun 2003, Presiden Brasil yang terpilih, Lula da Silva memberlakukan program Bolsa Família.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan koherensi jaring pengaman sosial dan meningkatkan bantuan untuk memberikan cakupan universal bagi masyarakat miskin di Brasil. Di bawah program Bolsa Família, keluarga berpenghasilan rendah menerima bantuan tunai bersyarat rata-rata sekitar US$35 untuk menyekolahkan anak-anak dan memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan kesehatan yang tepat dan cepat.
Setelah diberlakukannya kebijakan ini, Bolsa Família memberikan dampak yang positif terhadap kemiskinan dan ketidaksetaraan di Brasil. Menurut studi PBB, angka kelaparan di Brasil telah berkurang dari 22,8 juta orang di tahun 1992 menjadi 13,6 juta orang di tahun 2012.
Program ini juga memberikan pengaruh positif dalam mengurangi ketidaksetaraan di bidang pendidikan dan layanan kesehatan. Bolsa Família telah meningkatkan kemungkinan kunjungan anak-anak ke layanan kesehatan untuk mendapatkan perlindungan kesehatan.
Dampak positif dari Bolsa Família dapat dilihat juga dari fenomena pandemi Covid-19 yang memberikan tekanan pada perekonomian dan layanan kesehatan Brasil. Melihat peristiwa itu pemerintah Brasil dan World Bank bersama menyepakati untuk melindungi rakyat Brasil dengan memberikan bantuan kepada program Bolsa Família dengan mendanai transfer untuk memberikan manfaat bagi minimal 3 juta individu termasuk kelompok minoritas.
Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, sekitar 13 juta keluarga terdaftar di Bolsa Família. Proyek ini akan terus membiayai perluasan Bolsa Família untuk memperluas perlindungan bagi setidaknya 1,2 juta keluarga miskin yang akan terus membutuhkan bantuan setelah bantuan tunai darurat berakhir. Bolsa Família adalah kunci dalam membantu Brasil untuk mengurangi kemiskinan.
Melihat keberhasilan dari program Bolsa Família menjadikan program ini sebagai model bagi negara-negara lain yang ingin mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan. Keunggulan Bolsa Família dalam menjangkau sebagian besar masyarakat Brasil yang belum pernah menerima manfaat dari program sosial merupakan contoh konkret bahwa program kebijakan sosial yang terukur dapat menghasilkan hasil positif dalam pengentasan kemiskinan.
Program Bolsa Família juga memiliki target sasaran yang jelas yaitu keluarga miskin di Brasil dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan. Kesuksesan program Bolsa Família telah menarik perhatian internasional dan memotivasi negara-negara lain yang ingin meningkatkan kondisi masyarakat yang kurang beruntung jika direncanakan dengan baik.
