Konten dari Pengguna

FBD UB 69 Serahkan Peta Potensi Desa Kebobang untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sevinka Ananda Putri

Sevinka Ananda Putri

Mahasiswa Sosiologi Universitas Brawijaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sevinka Ananda Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pribadi: Foto bersama setelah kegiatan Focus Group Discussions Pemetaan Sosial,
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi: Foto bersama setelah kegiatan Focus Group Discussions Pemetaan Sosial,

Kelompok KKN Fisip Bakti Desa (FBD) 69 Mahasiswa Universitas Brawijaya secara resmi menyerahkan hasil karya pemetaan sosial kepada Pemerintah Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang pada kegiatan perpisahan Kelompok KKN FBD 69 dan 70 bersama masyarakat di Balai Desa Kebobang (31/7).

Hasil karya tersebut berupa Peta Fisik Potensi Desa dan Laporan Ringkasan Eksekutif Hasil FGD Pemetaan Sosial, yang disusun berdasarkan observasi lapangan, wawancara, dan Focus Group Discussions (FGD) bersama warga serta perangkat desa. Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam memahami dan mengembangkan potensi lokal di Desa Kebobang.

Peta fisik yang disusun memuat persebaran aset dan potensi desa, seperti lahan pertanian, peternakan, fasilitas umum, hingga lokasi UMKM. Sementara itu, laporan ringkasan eksekutif menyajikan hasil analisis terhadap potensi ekonomi, sosial, dan budaya desa serta tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat setempat.

Langkah yang diambil oleh anggota kelompok KKN FBD 69 ini merupakan pijakan awal untuk membuat dan mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang berbasis data. Diharapkan dengan adanya data yang akurat, program pemberdayaan masyarakat yang dibuat menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat.

Kepala Desa Kebobang, Ibu Mujiati turut mengapresiasi kontribusi para mahasiswa KKN FBD 69 yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat kolaborasi selama menjalankan program pengabdian di desanya.

"Selama ini kami kerap mengalami kendala dalam pengambilan keputusan karena keterbatasan data. Dengan adanya peta dan laporan ini, kami jadi punya patokan yang mendasar untuk merancang kebijakan pembangunan, terutama dalam bidang ekonomi lokal dan penguatan UMKM di Desa Kebobang ini," ujar Mujiati.

Penyerahan Peta Potensi Fisik kepada Kepala Desa Kebobang Ibu Mujiati

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Kerja Pemetaan Sosial, Raffael Lois, menyampaikan bahwa proses penyusunan pemetaan sosial tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga proses belajar secara langsung untuk memahami realitas sosial dan potensi desa secara lebih menyeluruh.

"Kami berharap hasil ini tidak hanya berhenti pada dokumentasi, tetapi benar-benar digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah desa. Ini adalah bagian kecil dari upaya bersama untuk mewujudkan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Penyerahan hasil karya ini menjadi simbol kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berbasis pengetahuan dan inklusif. Diharapkan, melalui hasil ini mahasiswa dapat memberi kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan potensi lokal. Selanjutnya, diharapkan peta fisik dan ringkasan eksekutif yang telah diserahkan dapat dijadikan rujukan oleh pemerintah desa dalam mengambil keputusan strategis demi kemajuan desa secara berkelanjutan.