Mengobati Diri Secara Mandiri (Self-Medication): Jalan Menuju Penggunaan Narkoba

Siswi dari sekolah Islamic Village School IB
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Shakira firzanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesehatan mental merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan. Namun, masih banyak sekali orang yang mengabaikan masalah ini. Masalah mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah lingkungan tempat seseorang tumbuh dan berkembang. Banyak orang mengalami gangguan mental dan tidak menyadarinya. Beberapa gangguan yang sering dialami antara lain stres, kecemasan, dan depresi. Ketika seseorang mengalami masalah tersebut, mereka biasanya mencoba menangani atau menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan tenaga profesional. Bantuan dari psikolog atau psikiater terkadang masih dianggap tidak penting, bahkan ada yang menganggapnya sebagai sesuatu yang memalukan atau membuang-buang waktu.
Hal tersebut juga dapat dilihat dari pandangan sebagian masyarakat terhadap Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Masih ada anggapan bahwa seseorang yang pergi ke RSJ atau mendapatkan bantuan untuk masalah mental merupakan suatu aib bagi dirinya maupun keluarganya. Pandangan seperti ini dapat membuat seseorang merasa takut untuk mencari pertolongan. Akibatnya, masalah yang mereka alami tidak mendapatkan penanganan yang sesuai dan justru berusaha diatasi dengan cara mereka sendiri. Salah satu bentuknya adalah self-medication, yaitu usaha seseorang untuk mengatasi kondisi yang dirasakan tanpa mendapatkan bantuan atau pengawasan dari tenaga profesional. Jika dilakukan secara tidak tepat, self-medication dapat membawa seseorang pada penggunaan zat yang berbahaya, termasuk narkotika.
Di sisi lain, lingkungan juga dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong seseorang untuk menggunakan narkotika. Pengaruh kelompok pertemanan dapat membuat seseorang merasa terdorong untuk mencoba karena ingin diterima atau dianggap bagian dari kelompok tersebut. Hal ini dapat terjadi pada berbagai usia, bahkan terdapat orang yang mulai mengenal narkotika sejak usia yang masih sangat muda, seperti ketika duduk di bangku SD atau SMP. Rasa penasaran dan ajakan dari lingkungan dapat menjadi awal seseorang mencoba narkotika tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.
Ketika seseorang sudah terlanjur masuk ke lingkungan penyalahgunaan narkotika, mereka dapat mengalami kesulitan untuk keluar dari kebiasaan tersebut. Apalagi jika penggunaan narkotika sebelumnya dilakukan sebagai cara untuk melupakan masalah, mengurangi rasa tertekan, atau melarikan diri dari kondisi mental yang sedang dialami. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental, self-medication, dan penyalahgunaan narkotika dapat saling berkaitan.
Masalah ini tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, pertemanan, pendidikan, dan kehidupan sosial seseorang. Karena itu, pemahaman mengenai kesehatan mental perlu ditingkatkan agar seseorang tidak merasa harus menghadapi masalahnya sendirian. Mencari bantuan kepada psikolog, psikiater, atau tenaga profesional lainnya merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan adanya dukungan dan pemahaman yang lebih baik, seseorang diharapkan dapat mencari pertolongan sebelum masalah yang dialaminya berkembang menjadi lebih serius.
