Mahasiswa KKN Unnes Ajak Siswa Ngabenrejo Cegah Leptospirosis Dengan "SIGAP"

Mahasiswa pada program studi Kesehatan Masyarakat
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Shalsa Alifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Grobogan, 18 Juli 2025 — Upaya pencegahan leptospirosis digencarkan oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam rangkaian Giat 12 SKM yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Negeri Semarang di Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan. Kali ini, edukasi dilakukan melalui pemanfaatan poster pencegahan leptospirosis yang dirancang secara menarik dan mudah dipahami oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri 1 Ngabenrejo.

Poster tersebut berisi pesan singkat yang aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, dengan akronim "SIGAP" di antaranya “Selalu jaga kebersihan”, “Ingat jangan main di air kotor”, “Gunakan alas kaki ketika bermain”, “Ayo jaga lingkungan dari tikus”, serta “Pilah sampah dan buang pada tempatnya”. Melalui kalimat sederhana, siswa diharapkan dapat lebih mudah mengingat serta menerapkan perilaku hidup bersih dalam aktivitas sehari-hari.
Materi ini disampaikan oleh Shalsa Alifah, salah satu mahasiswa KKN Unnes dari Program Studi Kesehatan Masyarakat. Dalam penjelasannya, ditekankan bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah utama yang dapat dilakukan anak-anak untuk mencegah penularan leptospirosis. Menurutnya, poster menjadi sarana yang efektif karena pesan visual lebih cepat ditangkap dan diingat anak-anak.
“Penyakit leptospirosis bisa dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui poster ini, anak-anak lebih mudah mengingat pesan karena sederhana, jelas, dan langsung bisa dipraktikkan,” ujar Shalsa saat memberikan penjelasan kepada para siswa yang mengikuti kegiatan.
Kegiatan edukasi dengan media poster ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Tampilan poster yang penuh warna membuat anak-anak bersemangat memperhatikan isi pesan, bahkan beberapa siswa langsung menirukan ajakan yang tertulis di dalamnya. Guru SD Negeri 1 Ngabenrejo pun menyambut baik metode penyampaian materi ini karena dinilai efektif dalam menanamkan kesadaran kesehatan sejak dini.
Sebagai penunjang keberlanjutan program, Shalsa Alifah sebagai narasumber juga menghadirkan media edukasi berupa poster berjudul “Cegah Leptospirosis dengan SIGAP”. Poster tersebut secara simbolis diserahkan kepada pihak SD Negeri 1 Ngabenrejo melalui kepala sekolah untuk dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran kesehatan bagi siswa. Diharapkan, poster edukasi ini dapat menjadi panduan praktis dalam memahami bahaya leptospirosis serta langkah-langkah pencegahannya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan menjadi “agen kecil” yang dapat menyampaikan kembali pesan kesehatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Program ini sejalan dengan tagline bersama UNNES GIAT, membangun Indonesia dari Desa. Mahasiswa KKN berharap edukasi melalui poster dapat terus digunakan sebagai sarana penyuluhan kesehatan baik di sekolah maupun di masyarakat, sehingga mampu mengurangi risiko penularan leptospirosis di Desa Ngabenrejo yang memiliki potensi tinggi karena kondisi lingkungan persawahannya.
