Konten dari Pengguna
Belajar Tanpa Ruang Kelas: Pelajaran dari Sebuah Perjalanan
9 Januari 2026 22:41 WIB
·
waktu baca 6 menit
Kiriman Pengguna
Belajar Tanpa Ruang Kelas: Pelajaran dari Sebuah Perjalanan
Studi Industri SMA Trinitas ke Jakarta membawa sensasi dan wawasan luas dalam satu cerita perjalanan. Shaneisha Cheryl Limargan
Tulisan dari Shaneisha Cheryl Limargan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, salah satu kegiatan yang dapat diadakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna bagi siswa-siswi yaitu dengan mengadakan kegiatan studi industri. Kegiatan ini memungkinkan para peserta didik untuk mengamati secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di sekolah diterapkan dalam dunia industri dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan studi industri, hal ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap orang untuk memperluas pengetahuannya, melatih kepekaan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.

Studi Industri Kelas X Tahun 2025 SMA Trinitas Bandung ke Jakarta
Hari yang telah dinantikan pun akhirnya tiba. Melalui berbagai persiapan, studi industri kelas X tahun 2025 SMA Trinitas Bandung siap dimulai. Tepatnya pada tanggal 9 Desember 2025, sekolah pada pukul 04.00 WIB tersebut menyapa kami dengan udaranya yang sangat dingin dan suasananya yang ramai, di mana kami semua diberikan arahan mengenai perjalanan studi ke Jakarta. Deru mesin bus, obrolan antusias para siswa, dan rencana aktivitas belajar di luar kelas menandai awal petualangan edukatif menuju Bursa Efek Indonesia (BEI), Dunia Laut yang kerap disebut Sea World, dan Dunia Fantasi (Dufan).
ADVERTISEMENT
Selama kurang lebih empat jam, roda bus berdialog dengan aspal dan jalan tol seakan membentangkan lengannya, rest area juga sempat menyambut kami sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Meskipun terlihat sederhana dengan tiga destinasi yang dikunjungi, kami para peserta studi industri mendapatkan banyak sekali wawasan yang berkaitan dengan berbagai mata pelajaran di sekolah seperti Matematika, Geografi, Ekonomi, dan Fisika yang biasanya kami pelajari sehari-hari di mana hanya terbatas di dalam ruang kelas, namun hari ini kami akan mempelajari mata pelajaran tersebut secara lebih eksploratif.
Jantung Ekonomi Indonesia yang Menjulang Tinggi
Perjalanan empat jam menuju Jakarta terasa hidup sampai tak terasa siswa-siswi kelas X SMA Trinitas Bandung sampai di destinasi wisata pertama. Setibanya di destinasi pertama, kami seolah berdiri di jantung ekonomi nasional. Kami terpukau karena gedung tersebut tidak hanya menjulang tinggi dan mewah layaknya simbol kemajuan, tetapi juga memancarkan denyut nadi kehidupan ekonomi di Indonesia yang tak pernah berhenti mengalir. Kami seolah seperti masuk ke tubuh kami dan melihat setiap organ tubuh memainkan perannya. Peran dan kehadirannya sungguh berarti dan kompleks bagi nafas dan hidup manusia. Inilah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengatur, mengelola, dan menyediakan infrastruktur perekonomian (sistem perdagangan). Di dalam gedungnya, angka-angka pada layar bergerak tanpa henti. Di sini, siswa-siswi kelas X SMA Trinitas Bandung diberi paparan informasi mengenai pasar modal khususnya seperti obligasi, saham, investasi, dan lain-lain.
Terdapat Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia juga yang bertujuan memperkenalkan pasar modal sejak dini ke dunia akademisi. Kedepannya melalui Galeri Investasi BEI yang menyediakan informasi berkala untuk belajar menganalisa aktivitas perdagangan saham, diharapkan dapat menjadi jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan beserta praktiknya di pasar modal. Siswa-siswi kelas X SMA Trinitas belajar bahwa harga saham ditentukan oleh banyak faktor seperti kinerja perusahaan dan kondisi ekonomi.
Dalam konteks Matematika, kami diperkenalkan pada perhitungan keuntungan (capital gain) dan kerugian (capital loss), persentase kenaikan dan penurunan saham, serta konsep grafik yang menunjukkan pergerakan indeks saham. Dengan adanya berbagai informasi dan sarana digital yang dapat diakses, harga minimal dan maksimal berbagai saham pun dapat dilihat dan dianalisis. Hal ini membantu para pelajar memahami bahwa Matematika tidak hanya sebatas berpatok pada angka di buku, melainkan juga digunakan dalam pengambilan keputusan finansial di dunia nyata. Selain itu, Galeri Investasi BEI memaparkan mengenai inflasi, benda sejarah perekonomian, struktur dan produk pasar modal, grafik perbandingan pertumbuhan investasi selama sepuluh tahun, serta mengenai peran pihak di pasar modal yaitu emiten, investor, pialang atau broker.
ADVERTISEMENT
Gedung Bursa Efek Indonesia sendiri berlokasi di Jakarta Selatan. Letaknya yang strategis memudahkan akses informasi, modal, serta jaringan bisnis baik nasional maupun global. Gedung Bursa Efek Indonesia berada di kawasan Sudirman Central Business District (CBD) yang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan bisnis utama di negara Indonesia. Lokasinya dekat dengan perkantoran, perbankan, dan mudah diakses dengan transportasi umum seperti MRT (Stasiun Bendungan Hilir) dan TransJakarta.
Dari Wahana ke Wawasan : Belajar Sains di Balik Ayunan Kora-kora
Sekitar 2 jam melihat-lihat jantung ekonomi Indonesia (BEI), perjalanan berlanjut ke Dunia Laut (Sea World) dan Dunia Fantasi (Dufan) yang menjadi kawasan hiburan terbesar di Indonesia. Di Sea World, kami diajak untuk mengetahui lebih dalam mengenai biota-biota laut. Terowongan akuariumnya berhasil membuat kami semua merasakan bahwa laut yang besar mengelilingi kami dan kami berenang di bawah laut.
Kurang dari sepuluh menit, siswa-siswi SMA Trinitas kelas X beserta para guru memulai petualangan selanjutnya ke Dunia Fantasi. Satu persatu wahana kami lewati dengan perasaan campur aduk yaitu bahagia dan takut. Perlahan kami mulai menyadari bahwa Dufan bukan hanya sekadar taman hiburan, melainkan ia adalah ruang imajinasi, teknologi, dan pengalaman bertemu dalam satu hari yang penuh cerita. Setiap siswa-siswi mulai menyebar untuk mencoba menikmati setiap wahana yang ada seperti histeria, wahana terbaru yaitu kereta misteri, bianglala, baling-baling, dan wahana seru lainnya. Permainan yang paling banyak dicoba oleh pengunjung dan siswa-siswi SMA Trinitas kelas X adalah permainan kora-kora.
ADVERTISEMENT
Permainan kora-kora sama sekali tak mengesankan bahwa ketegangan dan kecepatan yang akan dirasakan begitu ekstrem. Kora-kora terlihat seperti wahana yang cukup santai, tidak terlalu tinggi dan cepat, dan beberapa pengunjung terlihat tidak takut. Prasangka seperti itulah yang membuat siswa-siswi SMA Trinitas kelas X tertarik untuk menaikinya. Saat berada di titik tertinggi, kaki terasa seolah seperti diangkat dan akan dibawa melayang, rasa takut juga panik serta keringat begitu menyelimuti. Semua masalah yang awalnya dirasakan dan menjadi beban yang dibawa setiap harinya seketika menghilang begitu saja di hari itu.
Di balik canda tawa yang hadir, terdapat pembelajaran Fisika yang dapat diambil. Kora-kora di Dufan adalah salah satu contoh nyata penerapan Fisika di dunia nyata. Konsep yang biasanya dipelajari di kelas yaitu gerak pendulum dan hukum kekekalan energi diterapkan untuk menciptakan wahana yang aman namun tetap memicu adrenalin. Kora-kora bekerja seperti pendulum raksasa di mana wahana ini berayun bolak-balik pada satu titik tumpu. Semakin tinggi ayunan kora-kora, semakin besar simpangan sudutnya, sehingga penumpang merasakan sensasi melayang dan tertarik ke bawah.
ADVERTISEMENT
Selain perlu bersenang-senang dan memetik pelajaran serta pengalaman yang berkesan di sana, sangat diharapkan untuk lebih peka dan mengamati keadaan sekitar. Jika diamati lebih dalam, wilayah Ancol termasuk Dufan dimanfaatkan sebagai kawasan wisata, hiburan, serta pusat jasa dan perdagangan. Oleh karena itu, nilai gunanya begitu tinggi. Berdasarkan morfologinya, Dufan merupakan hasil rekayasa manusia terhadap lingkungan pesisir. Kawasan Ancol mengalami reklamasi dan penataan ruang untuk kepentingan wisata, tanpa menghilangkan fungsi ekonomi wilayahnya. Interaksi ini menunjukkan bagaimana manusia memanfaatkan ruang geografis untuk memenuhi kebutuhan rekreasi dan ekonomi.
Tak terasa lima jam berlalu di Dufan, petualangan kami di hari itu pun berakhir. Kami pulang ke Bandung untuk beristirahat. Perasaan positif kami saat mengikuti studi industri ini yaitu bahagia, bersyukur, dan sangat antusias untuk setiap kegiatannya. Lewat kegiatan studi industri SMA Trinitas Bandung tahun 2025, kami belajar bahwa pengetahuan dan motivasi belajar dapat ditemukan di mana saja terutama di lingkungan sekitar yang kita tak pernah sadari. Studi industri mengajarkan kerja sama, bagaimana berinteraksi, dan bagaimana peran pelajaran di sekolah begitu berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan. Kami berharap kegiatan studi industri dapat terus dilanjutkan untuk menunjang kesempatan belajar para murid. Tertarik untuk bermain sambil belajar dan benarkah kehadiran studi industri sangat dibutuhkan?
ADVERTISEMENT
Kelompok 5 X1 : Anabella Sabrina X1-1, Dylan Clifton X1-6, Kezia Geraldine Boentaran X1-14, Mikael Dionisius Juniar X1-19, Shaneisha Cheryl Limargan X1-25

