Konten dari Pengguna

Side Hustle : FOMO atau Solusi Ampuh untuk Kemiskinan?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shaneisha Cheryl Limargan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto diedit oleh Shaneisha Cheryl Limargan (diri saya) di Canva
zoom-in-whitePerbesar
Foto diedit oleh Shaneisha Cheryl Limargan (diri saya) di Canva

Seiring berkembangnya zaman, persaingan memperoleh pekerjaan dan penghasilan semakin menjadi tantangan bagi masyarakat. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia bahkan dunia. Jumlah penduduk yang besar dapat turut memengaruhi kesenjangan ekonomi dan kemiskinan. Di tengah kondisi tersebut, Gen Z dan milenial mulai melirik side hustle sebagai sumber penghasilan tambahan. Side hustle merupakan pekerjaan atau usaha sampingan yang dilakukan di luar aktivitas utama. Perkembangan teknologi digital membuat pekerjaan tersebut semakin mudah dilakukan melalui aplikasi, situs web, dan berbagai platform. Banyak orang menjalankannya untuk menambah penghasilan sekaligus mengembangkan keterampilan. Namun, apakah side hustle sekadar FOMO (Fear of Missing Out) atau benar-benar menjadi solusi bagi kemiskinan?

Pertanyaan tersebut menarik karena side hustle membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat. Kehadirannya dapat membuka sumber penghasilan baru serta membantu seseorang memperoleh keterampilan tambahan. Dampak positif tersebut cukup besar, tetapi kemampuannya mengatasi kemiskinan masih perlu dikaji lebih lanjut. International Labour Organization mencatat bahwa platform digital mampu menciptakan peluang kerja dan sumber pendapatan baru. Namun, pekerjaan berbasis platform juga menghadapi masalah pendapatan tidak stabil dan perlindungan kerja terbatas. Pekerjaan berbasis gig merupakan pekerjaan berdasarkan tugas, pesanan, atau proyek tertentu. Contohnya adalah menjadi pengemudi transportasi daring atau menerima proyek desain secara freelance. Karena itu, gig work dapat menjadi salah satu bentuk side hustle.

Kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pekerjaan, tetapi juga berbagai faktor ekonomi lainnya. Pendidikan, pendapatan, kesempatan kerja, dan kebijakan pemerintah turut memengaruhi kondisi tersebut. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan masih membutuhkan perhatian serius. Side hustle memang dapat membantu seseorang memperoleh pendapatan tambahan dalam kondisi ekonomi tertentu. Namun, pekerjaan sampingan tidak dapat langsung dianggap mampu menghapus kemiskinan secara keseluruhan. Dengan demikian, side hustle lebih tepat dipandang sebagai salah satu alternatif ekonomi. Solusi kemiskinan tetap membutuhkan peran individu, masyarakat, dan pemerintah secara bersamaan.

Popularitas side hustle semakin terlihat dari meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam pekerjaan tambahan. Survei Deloitte mencatat 46% Gen Z dan 37% milenial memiliki pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama. Faktor finansial menjadi salah satu alasan utama generasi muda memulai side hustle. Temuan tersebut diperkuat survei OnePoll yang menunjukkan 48% responden terdorong kenaikan harga dan inflasi. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan ekonomi menjadi salah satu pendorong pencarian pendapatan tambahan. Side hustle tidak hanya menjadi sumber uang, tetapi juga sarana mengembangkan kemampuan dan menentukan arah karier. Harris Poll juga mencatat 57% Gen Z memiliki side hustle pada 2026, menunjukkan kuatnya tren tersebut.

Namun, popularitas side hustle tidak selalu berarti seseorang benar-benar membutuhkannya. Media sosial sering menampilkan keberhasilan seseorang tanpa memperlihatkan proses, modal, kegagalan, dan risikonya. Hal tersebut dapat membuat seseorang merasa tertinggal ketika belum memiliki penghasilan tambahan seperti orang lain. Perasaan takut tertinggal tersebut dikenal sebagai FOMO atau Fear of Missing Out. Akibatnya, seseorang dapat mengikuti tren side hustle tanpa mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan pribadi. Jika dilakukan tanpa perencanaan, pekerjaan tambahan justru dapat menambah tekanan dan mengganggu aktivitas utama. Karena itu, side hustle sebaiknya dijalankan berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang jelas. Dengan begitu, side hustle menjadi keputusan realistis, bukan sekadar mengikuti tren.

Side hustle memang tidak langsung memberantas kemiskinan, tetapi dapat menjadi langkah menuju kondisi ekonomi lebih baik. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal, diperlukan beberapa strategi dalam menjalankannya. Strategi pertama adalah memperhatikan kondisi fisik dan mental sebelum memulai pekerjaan tambahan. Seseorang perlu mempertimbangkan kemampuan, kebutuhan, waktu, modal, dan risiko yang mungkin muncul. Menjalani aktivitas tambahan dapat membuat rutinitas lebih padat dan meningkatkan rasa lelah. Karena itu, kondisi fisik perlu dijaga agar aktivitas utama tetap berjalan dengan baik. Kesiapan mental juga diperlukan ketika menghadapi kegagalan, tekanan, atau hasil yang belum sesuai harapan. Kesabaran dan ketahanan mental membantu seseorang tetap menjalani proses secara sehat dan bertanggung jawab.

Strategi kedua adalah mengatur waktu dan menjaga konsistensi dalam menjalankan side hustle. Manajemen waktu yang baik membuat aktivitas utama dan pekerjaan tambahan tetap berjalan secara seimbang. Seseorang dapat membuat jadwal harian dan menentukan pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingannya. Kebiasaan menunda pekerjaan juga perlu dikurangi agar waktu tidak terbuang sia-sia. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat mengurangi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Selain mengatur waktu, konsistensi diperlukan agar seseorang tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan. Target kecil dan rencana realistis dapat membantu membentuk kebiasaan yang lebih teratur. Dengan manajemen waktu yang baik, side hustle dapat berkembang tanpa mengorbankan tanggung jawab utama.

Strategi ketiga adalah menentukan alasan, tujuan, target, dan perencanaan secara matang. Seseorang perlu mengetahui alasan menjalankan side hustle, seperti menambah tabungan atau mengembangkan keterampilan. Modal juga perlu dihitung agar pengeluaran tidak melebihi kemampuan finansial. Misalnya, seorang fotografer perlu mempertimbangkan kamera dan perangkat pendukung sesuai kebutuhan pekerjaannya. Peralatan yang memadai dapat membantu menghasilkan pekerjaan lebih baik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Namun, perangkat termahal tidak selalu menjadi pilihan paling tepat. Kebutuhan, kemampuan finansial, dan manfaat perangkat perlu dipertimbangkan sebelum mengeluarkan modal. Perencanaan matang dapat mengurangi risiko kerugian dan membuat tujuan side hustle lebih jelas.

Strategi terakhir adalah terus mengembangkan inovasi selama menjalankan side hustle. Inovasi diperlukan agar produk atau jasa yang ditawarkan tetap menarik dan relevan bagi pelanggan. Perkembangan teknologi membuat kebutuhan dan keinginan konsumen terus berubah. Karena itu, pelaku side hustle perlu memahami kebutuhan pasar sebelum menentukan inovasi. Riset dapat membantu mengetahui tren, kebutuhan, dan peluang yang tersedia. Namun, inovasi sebaiknya tidak hanya mengikuti tren tanpa mempertimbangkan manfaat bagi pelanggan. Kepercayaan pelanggan dapat dibangun melalui kompetensi, kejujuran, kualitas, dan tanggung jawab. Jika keempat strategi diterapkan, side hustle dapat berkembang sekaligus membantu meningkatkan pendapatan.

Melihat kondisi tersebut, side hustle bukanlah solusi instan untuk menghapus kemiskinan. Tekanan ekonomi memang menjadi salah satu alasan kuat generasi muda mencari pendapatan tambahan. Di sisi lain, popularitas media sosial dapat membuat seseorang mengikuti side hustle karena FOMO. Karena itu, keputusan menjalankannya harus didasarkan pada kebutuhan, kemampuan, waktu, modal, dan tujuan. Pemerintah juga tetap memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Side hustle dapat menjadi pilihan realistis untuk menambah pendapatan sekaligus mengembangkan kemampuan. Dengan demikian, side hustle bukan sekadar FOMO, tetapi juga bukan solusi tunggal bagi kemiskinan. Side hustle dapat menjadi bagian dari solusi ekonomi jika dilakukan secara realistis, terencana, dan berkelanjutan.