KKN Kemanusiaan UNY di Aceh Tamiang: Mengubah Meunasah Menjadi Ruang Harapan

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Progam Studi Pendidikan Luar Biasa
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Shani Risnaeni Latifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan Universitas Samudra dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melaksanakan KKN Kemanusiaan di Aceh Tamiang. KKN Kemanusiaan yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2026 hingga tanggal 04 Februari 2026 ini memiliki tiga program utama yakni: pembersihan fasilitas umum, pengadaan sekolah darurat dan pendampingan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak banjir.
Mahasiswa dari ketiga Universitas ini kemudian dibagi ke titik-titik daerah yang terdampak di tiga Kecamatan. Salah satunya adalah kelompok 8 yang bertugas di Desa Seuneubok Pidie, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Bagi kelompok 8, pengalaman KKN Kemanusiaan ini memberikan pengalaman yang berharga karena selain mengasah kepedulian, kegiatan ini mengajarkan cara untuk berkontribusi secara nyata di situasi yang darurat.

Kegiatan di minggu pertama, mahasiswa kelompok 8 difokuskan pada pembersihan fasilitas umum seperti masjid, meunasah dan parit pinggir jalan. Setelah proses pembersihan selesai, minggu selanjutnya dilanjutkan dengan pengadaan sekolah darurat di meunasah yang dipadukan dengan pendampingan trauma healing. Suasana pembelajaran dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Yang menjadi kegiatan inti dari sekolah darurat ini ialah mengaji, membaca, menulis, menggambar dan mewarnai serta pembelajaran bahasa inggris.
Pembelajaran yang dilaksanakan di meunasah tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa dalam menyelenggarakan sekolah darurat. Justru, lokasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang sebelumnya enggan mengikuti kegiatan belajar, karena seluruh aktivitas dapat terlihat langsung dari luar sehingga menumbuhkan rasa penasaran dan ketertarikan mereka. Di sela-sela proses pembelajaran, mahasiswa juga memberikan pendampingan trauma healing melalui kegiatan menggambar, bernyanyi, bercerita, dan bermain game. Pendekatan ini membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka setelah mengalami bencana.
KKN Kemanusiaan ini memberikan pengertian baru bagi mahasiswa bahwa langkah kecil yang dilakukan seperti pembelajaran di meunasah dapat memberikan pengaruh besar bagi anak-anak yang terdampak banjir. Mereka tetap mengikuti pembelajaran dengan semangat bahkan dengan perlahan mulai mendapatkan kembali kepercayaan dirinya yang sempat berkurang setelah bencana. Melihat anak-anak yang sudah bisa dengan bebas mengekspresikan perasaannya menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi mahasiswa. Mahasiswa berharap agar anak-anak dapat tetap bersemangat dalam belajar dan mencapai cita-cita.
Selain itu, mahasiswa juga menyadari bahwa perbedaan antaranggota bukan menjadi halangan untuk keberhasilan program ini yang tentunya membutuhkan kerja sama yang baik. Kolaborasi yang tercipta mengajarkan bahwa tujuan kemanusiaan dapat dicapai dengan lebih baik ketika dikerjakan bersama, dengan komunikasi yang baik dan semangat saling mendukung. Semoga kegiatan kemanusiaan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen Universitas terkait untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
