Konten dari Pengguna

Memahami Ekonomi Syariah Sejak Dini untuk Keputusan Keuangan yang Lebih Bijak

Shaqilla Balqies

Shaqilla Balqies

Mahasiswa Ekonomi Syariah Universitas Pamulang

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shaqilla Balqies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Ilustrasi seorang wanita bisnis membaca kontrak sambil berkonsultasi melalui internet. (pch.vector/Magnific)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Ilustrasi seorang wanita bisnis membaca kontrak sambil berkonsultasi melalui internet. (pch.vector/Magnific)

Di tengah perkembangan zaman, mengelola keuangan menjadi keterampilan penting bagi setiap orang, termasuk generasi muda. Mulai dari mengatur uang saku, menyisihkan pendapatan untuk ditabung, hingga berbelanja melalui marketplace, setiap keputusan keuangan membutuhkan pertimbangan yang matang.

Namun, memahami cara mengelola uang saja belum cukup. Kita juga perlu mengetahui bagaimana kegiatan ekonomi dilakukan secara jujur, adil, dan bertanggung jawab. Salah satu hal yang dapat dipelajari untuk memahami hal tersebut adalah ekonomi syariah.

Ekonomi syariah sering kali dianggap hanya membahas perbankan syariah atau produk keuangan yang berlabel halal. Padahal, cakupannya lebih luas, mulai dari kegiatan jual beli, pengelolaan harta, hingga kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Literasi Ekonomi Syariah dan Pentingnya bagi Generasi Muda

Literasi ekonomi syariah merupakan pemahaman mengenai prinsip dan praktik ekonomi berdasarkan nilai-nilai Islam. Pemahaman ini membantu seseorang mengenali berbagai kegiatan ekonomi serta mempertimbangkan keputusan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Pentingnya pemahaman tersebut juga terlihat dari hasil Survei Nasional Literasi Ekonomi Syariah Tahun 2025 yang diterbitkan Bank Indonesia. Dalam survei tersebut, Indeks Literasi Ekonomi Syariah Indonesia tercatat sebesar 50,18 persen. Survei ini melibatkan 4.266 responden di 18 provinsi.

Data tersebut menunjukkan bahwa literasi ekonomi syariah masih menjadi hal yang perlu terus dikembangkan. Peningkatan pemahaman masyarakat dibutuhkan agar prinsip ekonomi syariah tidak hanya dikenal sebagai teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi generasi muda, pemahaman ini dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Misalnya, membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan diri menabung, serta mempertimbangkan kemampuan keuangan sebelum membeli sesuatu.

Ekonomi Syariah Bukan Hanya tentang Halal dan Haram

Salah satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan halal dan haram suatu produk. Cara transaksi dilakukan, kejelasan kesepakatan, serta pemenuhan hak dan kewajiban setiap pihak juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ekonomi.

Dalam jual beli, misalnya, penjual perlu memberikan informasi yang benar mengenai barang yang ditawarkan. Pembeli juga perlu memahami harga dan ketentuan transaksi sebelum menyetujui pembelian.

Bayangkan seseorang membeli pakaian melalui marketplace. Foto produk terlihat bagus, tetapi ternyata terdapat noda yang tidak dijelaskan oleh penjual. Ketika barang diterima, pembeli merasa kecewa karena kondisi produk tidak sesuai dengan informasi yang diberikan.

Contoh tersebut menunjukkan pentingnya kejujuran dan keterbukaan dalam transaksi. Keuntungan memang menjadi salah satu tujuan berdagang, tetapi keuntungan seharusnya tidak diperoleh dengan cara menipu atau merugikan orang lain.

Dengan memahami prinsip ekonomi syariah, masyarakat diharapkan dapat lebih memperhatikan proses transaksi, bukan hanya harga murah atau keuntungan yang diperoleh.

Bijak Mengelola Uang di Era Digital

Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai layanan keuangan. Pembayaran digital, layanan perbankan melalui aplikasi, investasi, dan fasilitas pembayaran tertunda kini semakin dikenal oleh generasi muda.

Kemudahan tersebut memberikan banyak pilihan, tetapi tetap membutuhkan pemahaman. Sebelum menggunakan suatu layanan keuangan, seseorang perlu mempelajari biaya, risiko, ketentuan, serta hak dan kewajiban yang menyertainya.

Dalam perspektif ekonomi syariah, produk keuangan tidak cukup dinilai hanya dari kemudahan penggunaannya. Akad yang digunakan dan kesesuaiannya dengan ketentuan syariah juga perlu diperhatikan.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin menggunakan layanan paylater sebaiknya memahami cara kerja layanan tersebut, termasuk biaya dan konsekuensi keterlambatan pembayaran. Ia juga perlu memeriksa ketentuan syariah yang berlaku pada produk tersebut.

Sikap kritis ini penting agar keputusan keuangan tidak hanya didasarkan pada tren, promosi, atau keinginan untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat.

Menerapkan Prinsip Ekonomi Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari

Memahami ekonomi syariah tidak harus dimulai dari persoalan yang rumit. Penerapannya dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pertama, mengelola uang dengan membuat prioritas pengeluaran. Dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, seseorang dapat menggunakan pendapatannya secara lebih terencana dan mengurangi pembelian yang tidak diperlukan.

Kedua, membiasakan diri bersikap jujur dalam kegiatan ekonomi. Penjual perlu menjelaskan kondisi barang dengan benar, sedangkan pembeli perlu memenuhi kesepakatan yang telah dibuat.

Ketiga, mempelajari akad sebelum menggunakan produk keuangan syariah. Pemahaman mengenai akad membantu seseorang mengetahui bentuk kesepakatan, hak, dan kewajiban yang berlaku dalam suatu transaksi.

Keempat, meningkatkan kepedulian sosial. Ekonomi syariah juga mengenal instrumen sosial seperti zakat, infak, dan sedekah yang memiliki peran dalam membantu masyarakat serta mendorong pemerataan kesejahteraan.

Kebiasaan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memahami bahwa kegiatan ekonomi tidak hanya berhubungan dengan keuntungan pribadi, tetapi juga dengan tanggung jawab terhadap orang lain.

Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Syariah

Pendidikan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami prinsip ekonomi syariah. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dapat menjadi bekal untuk mengenali produk keuangan, memahami transaksi, dan mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab.

Bank Indonesia, melalui materi edukasi ekonomi dan keuangan syariah, membahas berbagai aspek literasi, termasuk prinsip ekonomi syariah, kegiatan bisnis, keuangan komersial syariah, dana sosial Islam, dan gaya hidup halal.

Materi tersebut menunjukkan bahwa literasi ekonomi syariah mencakup berbagai aspek kehidupan, bukan hanya aktivitas perbankan. Karena itu, edukasi perlu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan contoh yang dekat dengan pengalaman masyarakat.

Selain pendidikan formal, keluarga dan lingkungan juga dapat membantu membentuk kebiasaan keuangan yang baik. Membiasakan anak untuk menabung, mengatur pengeluaran, dan memahami tanggung jawab dalam bertransaksi merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak dini.

Masyarakat juga perlu membiasakan diri mencari informasi dari sumber tepercaya, seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, terutama ketika mempelajari produk serta layanan keuangan.

Memulai dari Langkah Kecil

Sebagai mahasiswa Ekonomi Syariah semester pertama, saya memahami bahwa mempelajari ekonomi syariah bukan hanya tentang mengenal teori di ruang kuliah. Pengetahuan tersebut juga perlu digunakan untuk memahami persoalan ekonomi yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi ekonomi syariah dapat dimulai dari keputusan sederhana, seperti mengatur uang saku, menghindari pengeluaran berlebihan, bersikap jujur saat bertransaksi, dan mempelajari ketentuan suatu produk keuangan sebelum menggunakannya.

Pada akhirnya, keputusan keuangan yang bijak tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh pengetahuan dan cara seseorang mengelola hartanya. Prinsip kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dapat menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Memahami ekonomi syariah sejak dini merupakan salah satu langkah untuk membangun kebiasaan keuangan yang lebih baik. Dengan meningkatkan literasi dan menerapkannya secara bertahap, generasi muda dapat belajar mengambil keputusan yang lebih terencana sekaligus memperhatikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan ekonomi.

Sumber Referensi :

  1. Bank Indonesia. (2025). Survei Nasional Literasi Ekonomi Syariah Tahun 2025. https://www.bi.go.id/id/edukasi/Pages/Survei-Nasional-Literasi-Ekonomi-Syariah-Tahun-2025.aspx.

  2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Literasi Keuangan. https://ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungan-konsumen/Pages/literasi-keuangan.aspx.

  3. Bank Indonesia. Materi Dakwah Ekonomi Syariah: Panduan bagi Da'i dan Da'iyah. https://www.bi.go.id/id/edukasi/Pages/Materi-Dakwah-Ekonomi-Syariah-Panduan-bagi-Dai-dan-Daiyah.aspx.