Konten dari Pengguna

Deforestasi Kalimantan: Dampak Perluasan Perkebunan Kelapa Sawit pada Ekosistem

Sharon Shaloomita

Sharon Shaloomita

Sekolah SMA Citra Berkat Tangerang

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sharon Shaloomita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ini dibuat menggunakan AI Adobe Firefly.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ini dibuat menggunakan AI Adobe Firefly.

Hutan hujan tropis di indonesia sebagian besar berada di Kalimantan yang berperan sebagai paru-paru dunia. Hutan kalimantan memiliki kawasan hutan yang sangat luas, yaitu sekitar 40,8 juta hektar, yang dimana berperan dalam menyerap karbondioksida dan melepaskan oksigen ke udara, sehingga dapat menjaga keseimbangan iklim dunia. Kelapa sawit menjadi komoditas utama di indonesia, kelapa sawit banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar global yang terus meningkat. Namun, keberadaan hutan ini semakin terancam akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit, yang tidak hanya mengurangi luas tutupan hutan tetapi juga mempercepat laju emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit tidak hanya mengurangi luas tutupan lahan hutan tetapi juga mempercepat laju emisi gas rumah kaca salah satu penyebab pemanasan global. Proses perluasan lahan hutan hujan tropis yang kaya akan karbon seringkali dilakukan dengan cara membuka hutan, Ketika hutan dibakar, karbon yang sebelumnya tersimpan dalam vegetasi dan tanah dilepaskan ke atmosfer dalam bentuk CO₂ dan gas rumah kaca lainnya.

Gambar ini dibuat menggunakan AI Adore Firefly.

Perluasan perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu penyebab utama deforestasi di Indonesia pembukaan lahan hutan yang berlebihan ini malah menjadi acuan kontribusinya perkebunan kelapa sawit dalam isu pemanasan global yang dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem hutan. Masifnya penggundulan hutan atau yang disebut deforestasi ini salah satu ulah manusia yang sibuk akan keuntungan namun tidak melihat kondisi lingkungan sekitar nya.

Hilangnya keanekaragaman hayati dan ekosistem darat merupakan ancaman serius terhadap keseimbangan alam. Setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi ekosistemnya, jika habitat asli dari spesies tersebut rusak maka akan menyebabkan terganggunya rantai makanan suatu ekosistem tersebut. Bukan hanya rantai makanan yang akan terganggu, melainkan rusaknya fungsi ekosistem itu sendiri, yang dimana menjadi kurang efisien dalam penyaringan air, menyuburkan tanah yang nantinya akan meningkatkan resiko bencana alam seperti erosi tanah dan juga banjir.

Gambar ini dibuat menggunakan AI Adore Firefly.

Penanaman kelapa sawit memerlukan penerapan dan pengawasan secara berkelanjutan dan konsisten. Tanpa pengawasan yang baik, penanaman kelapa sawit dapat terus menerus menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Maka dari itu harus adanya perencanaan tata ruang yang tepat demi menghindari pembukaan lahan di kawasan hutan hujan tropis atau hutan lindung, dengan cara menentukan lokasi penanaman yang sesuai dengan lingkungan. Penggunaan lahan bekas yang terdegradasi, mengutamakan lahan yang rusak atau terbengkalai agar tidak menambah laju deforestasi dengan cara rehabilitasi perbaikan tanah terhadap tanah yang rusak terhadap lahan tersebut. Dengan menambahkan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang untuk memperbaiki struktur tanah.

Rehabilitas hutan berbasis kearifan lokal merupakan pendekatan berkelanjutan yang melibatkan nilai-nilai budaya dan pengetahuan masyarakat setempat. Seperti Suku Dayak dari kalimantan menerapkan sistem “Tane’ Olen” yang berarti “hutan yang dijaga”, masyarakat sekitar tidak diperbolehkan untuk menebang pohon secara sembarangan dan hanya dimanfaatkan secara terbatas untuk kepentingan pribadi. Masyarakat Suku Dayak Memperbolehkan mengambil sumber daya alam namun tidak hanya mengambil hasilnya saja melainkan ikut melestarikannya melalui penggunaan ladang berpindah secara berkelanjutan atau Shifting Cultivation, yang dimana ditanami untuk beberapa musim, lalu dibiarkan pulih terlebih dahulu, agar mencegah penurunan kesuburan tanah dan mendukung regenerasi hutan secara alami.

Deforestasi demi memperluas penanaman kelapa sawit dapat berdampak buruk bagi ekosistem, serta mengancam keanekaragaman hayati yang ada. Kita perlu meneladani Suku Dayak yang menjaga hutan dengan cara kearifan lokal, agar alam tetap lestari dan pelaku perusakan hutan dapat melakukan refleksi diri bahwa yang sebenarnya ia lakukan adalah tindakan yang salah. Ayo mari jaga bumi kita, satu pohon yang kita tanam, satu harapan untuk bumi kita.