Konten dari Pengguna

Dulu Dianggap Jadul, Kok Sekarang Jadi Tren Lagi?

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sheilla Septia Putri Mulyana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya Vintage Kembali Populer di Kalangan Generasi Muda.

Gaya vintage kembali tren! Paduan busana klasik dan nuansa retro menjadi cara unik generasi muda mengekspresikan diri. Ilustrasi: Dibuat dengan bantuan AI.
zoom-in-whitePerbesar
Gaya vintage kembali tren! Paduan busana klasik dan nuansa retro menjadi cara unik generasi muda mengekspresikan diri. Ilustrasi: Dibuat dengan bantuan AI.

Pernah melihat seseorang memakai celana baggy, jaket denim, kaus bergambar, atau aksesori dengan gaya tahun 1990-an dan 2000-an? Fashion yang dulu dianggap kuno ternyata kembali menarik perhatian anak muda.

Tren vintage dan retro kini semakin sering terlihat dalam gaya berpakaian anak muda. Hal yang menarik adalah beberapa gaya tersebut sebelumnya sering dianggap “jadul” atau ketinggalan zaman. Namun, perkembangan tren fashion membuat gaya lama kembali diminati dan diberikan sentuhan yang lebih modern.

Mengapa Gaya Vintage Kembali Diminati?

Salah satu alasan gaya vintage kembali diminati adalah nostalgia. Gaya berpakaian dari tahun 1990-an hingga awal 2000-an dianggap memiliki ciri khas yang unik dan mengingatkan pada suasana masa lalu. Bagi sebagian anak muda, menggunakan fashion bergaya vintage juga menjadi cara untuk merasakan kembali atau mengenal tren dari masa tersebut.

Selain nostalgia, media sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap kembalinya tren vintage. Platform seperti TikTok dan Instagram membuat berbagai gaya fashion dari masa lalu kembali dikenal oleh generasi muda. Melalui konten yang dibuat oleh influencer, selebritas, maupun pengguna media sosial lainnya, gaya vintage dapat dengan cepat menjadi inspirasi fashion.

Menariknya, orang yang mengikuti tren tersebut belum tentu pernah mengalami masa ketika gaya itu populer. Mereka justru mengenalnya melalui internet dan kemudian menjadikannya sebagai inspirasi untuk berpakaian. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga dapat menghidupkan kembali tren fashion dari masa lalu.

Thrifting Ikut Membawa Gaya Lama Kembali

Selain media sosial, thrifting juga menjadi salah satu hal yang membuat fashion vintage semakin diminati. Berburu pakaian bekas memberikan kesempatan bagi anak muda untuk menemukan pakaian dengan model yang berbeda dari tren fashion saat ini.

Bagi sebagian orang, membeli pakaian vintage bukan hanya mengenai harga. Ada kepuasan tersendiri ketika menemukan pakaian yang unik dan tidak mudah ditemukan di toko biasa.

Vintage Tidak Harus Terlihat Kuno

Meskipun terinspirasi dari masa lalu, gaya vintage yang digunakan anak muda saat ini tidak selalu sama persis dengan gaya pada zamannya. Pakaian atau aksesori vintage dapat dipadukan dengan item modern untuk menciptakan penampilan yang lebih kekinian. Dengan begitu, gaya vintage tidak lagi terlihat kuno atau jadul, tetapi justru menjadi salah satu cara bagi anak muda untuk mengekspresikan diri dan menciptakan gaya yang unik.

Tren Lama yang Menjadi Gaya Baru

Kembalinya fashion vintage menunjukkan bahwa tren tidak selalu berarti sesuatu yang benar-benar baru. Gaya yang pernah populer dapat kembali beberapa tahun kemudian dengan bentuk dan cara penggunaan yang berbeda.

Bagi generasi muda, vintage bukan sekadar memakai pakaian lama. Gaya tersebut juga dapat menjadi cara untuk mengekspresikan diri, menunjukkan kreativitas, dan menciptakan penampilan yang berbeda.

Jadi, jangan buru-buru mengatakan suatu gaya itu “jadul”. Bisa saja gaya yang dianggap ketinggalan zaman hari ini justru menjadi tren yang paling banyak diminati di masa mendatang.