Semarak Kamis Pon dengan Busana Gagrak Ngayogyakarta

Shelvina Edira Saputri merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa, Universitas Negeri Yogyakarta.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Shelvina Edira Saputri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sleman, 3 September 2026 — SMP Negeri 2 Godean menerapkan kebiasaan mengenakan busana gagrak Ngayogyakarta setiap Kamis Pon sebagai bentuk upaya melestarikan budaya daerah dan memperkuat karakter peserta didik. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Praktik Pendidikan (PK) mahasiswa di SMP Negeri 2 Godean. Selama pelaksanaan PK, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati serta berpartisipasi dalam kegiatan pembiasaan tersebut dua kali, yaitu pada Kamis Pon, 30 Juli 2026 dan 3 September 2026. Kegiatan dihadiri oleh semua anggota sekolah dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan aturan sekolah. Pembiasaan ini berhubungan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, melalui pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai budaya dan karakter kepada peserta didik.

Mahasiswa Praktik Kependidikan dan peserta didik menggunakan busana gagrak Ngayogyakarta saat melaksanakan kegiatan 5S. Kamis Pon (30/7/2026). Foto: Shelvina Edira Saputri.
Pelaksanaan pembiasaan dilakukan dengan memakai busana gagrak Ngayogyakarta pada hari Kamis Pon. Peserta didik tiba di sekolah dengan mengenakan busana gaya Ngayogyakarta sesuai dengan aturan yang ditentukan di sekolah. Seluruh anggota sekolah berperan serta memberikan teladan dan membimbing peserta didik agar mengenakan pakaian dengan baik dan sesuai dengan aturan. Aktivitas ini tidak hanya menekankan pemakaian busana tradisional, tetapi juga sebagai cara untuk memperkenalkan dan membiasakan peserta didik dengan salah satu aspek budaya lokal Yogyakarta. Dengan rutinitas yang dilaksanakan secara teratur, peserta didik berpartisipasi dalam mengenali, menghargai, dan melestarikan eksistensi budaya lokal di sekitar sekolah.
Mahasiswa Praktik Kependidikan dan peserta didik menggunakan busana gagrak Ngayogyakarta saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Kamis Pon (3/9/2026). Foto: Shelvina Edira Saputri.
Kegiatan pembiasaan memakai busana gagrak Ngayogyakarta memberikan manfaat dalam menumbuhkan sikap mencintai budaya lokal, disiplin, tanggung jawab, serta kebanggaan terhadap identitas budaya. Peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Untuk sekolah, kegiatan ini memperkuat lingkungan sebagai tempat pendidikan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan akademis, tetapi juga membentuk karakter dan perhatian terhadap budaya lokal. Hal ini sejalan dengan prinsip SDG 4 yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas serta pengembangan peserta didik secara komprehensif.
Mahasiswa Praktik Kependidikan dan peserta didik menggunakan busana gagrak Ngayogyakarta saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Kamis Pon (3/9/2026). Foto: Shelvina Edira Saputri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kebiasaan mengenakan busana gagrak Ngayogyakarta dapat terus dilestarikan dan dilakukan secara konsisten di SMP Negeri 2 Godean. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah yang sederhana tetapi berarti dalam melestarikan budaya lokal, sambil membentuk generasi muda yang memiliki karakter, menghargai tradisi, serta mampu mempertahankan warisan budaya di tengah kemajuan zaman.
