Konten dari Pengguna

Novel Romance/Angst yang Wajib Dibaca, Siap-Siap Dibuat Galau!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sheren tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Oleh: Penulis (Sheren)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Oleh: Penulis (Sheren)

Buat kamu yang suka membaca novel dengan kisah cinta yang tidak selalu berjalan mulus, genre romance/angst bisa menjadi pilihan yang tepat. Bukan hanya menyajikan kisah manis antara dua tokoh, novel dengan unsur angst biasanya juga membawa pembaca melewati konflik, kehilangan, penyesalan, hingga perasaan yang sulit untuk dilepaskan.

Ada kalanya kita membaca novel bukan hanya untuk mencari akhir yang bahagia, tetapi juga untuk merasakan bagaimana sebuah cerita bisa membuat kita ikut menangis, tersenyum, bahkan teringat pada pengalaman sendiri.

Kalau kamu sedang mencari bacaan yang penuh perasaan, berikut lima novel romance/angst yang bisa masuk ke dalam reading list.

1. Kudasai — Brian Khrisna

Kudasai merupakan salah satu novel karya Brian Khrisna yang terbit pada 2019. Ceritanya berpusat pada Chaka dan Twindy, sepasang suami istri yang menjalani pernikahan karena keadaan. Dalam rumah tangga tersebut, Chaka berperan sebagai bapak rumah tangga yang mengurus rumah sekaligus mengelola kafe, sementara Twindy bekerja sebagai pemimpin di sebuah firma arsitek.

Permasalahan mulai muncul ketika Chaka kembali bertemu dengan mantan kekasihnya. Pertemuan tersebut membuat masa lalu dan perasaan yang belum benar-benar selesai kembali hadir dalam kehidupan Chaka.

Hal yang menarik dari Kudasai adalah konflik mengenai pilihan antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau kembali kepada seseorang dari masa lalu. Cerita seperti ini terasa dekat dengan pertanyaan yang mungkin pernah muncul dalam hubungan: apakah cinta selalu berarti harus bersama orang yang paling kita cintai?

Buat pembaca yang menyukai kisah cinta dengan konflik emosional dan hubungan yang rumit, Kudasai bisa menjadi salah satu pilihan.

2. Hold On, It Hurt — Noveni Adelia

Kalau kamu mencari novel yang lebih kental dengan nuansa angst, Hold On, It Hurt karya Noveni Adelia bisa menjadi salah satu bacaan yang menarik.

Novel ini diterbitkan oleh Akad dan termasuk dalam kategori novel fiksi. Kisahnya menghadirkan karakter Anindia dan Jeandra dengan persoalan hubungan serta tekanan emosional yang membuat perjalanan cinta keduanya tidak sederhana.

Dari judulnya saja, pembaca sudah bisa mendapatkan gambaran bahwa cerita ini tidak hanya menawarkan kisah romantis yang manis. Ada rasa sakit, konflik, dan keputusan-keputusan sulit yang membuat perjalanan para tokohnya terasa emosional.

Hold On, It Hurt cocok untuk kamu yang senang membaca cerita ketika hubungan antartokohnya tidak berjalan lurus dan pembaca dibuat bertanya-tanya bagaimana semuanya akan berakhir.

3. 23:59 — Brian Khrisna

23:59 adalah novel Brian Khrisna yang pertama kali diterbitkan pada 2023. Novel ini menceritakan Ami yang harus menghadapi perpisahan dengan Raga tanpa mengetahui alasan sebenarnya. Setelah melalui masa-masa sulit, Ami perlahan mencoba melanjutkan hidup bersama seseorang yang baru.

Namun, keadaan berubah ketika Raga kembali hadir hanya dua hari sebelum pernikahan Ami.

Kehadiran Raga membuat luka lama yang selama ini berusaha ditutup kembali terbuka. Ami kembali berhadapan dengan berbagai pertanyaan tentang masa lalunya: mengapa Raga pergi, apa kesalahannya, dan apakah perasaan yang selama ini ia coba kubur sebenarnya masih ada?

Konflik inilah yang membuat 23:59 terasa sangat dekat dengan tema unfinished love—cinta yang sebenarnya sudah berusaha ditinggalkan, tetapi masih menyisakan sesuatu yang belum selesai.

Kalau kamu menyukai cerita tentang first love, second chance, perpisahan, dan pertanyaan yang tidak pernah terjawab, novel ini patut masuk daftar bacaanmu.

4. Bandung Menjelang Pagi — Brian Khrisna

Berbeda dari beberapa judul sebelumnya, Bandung Menjelang Pagi tidak hanya menjadikan kisah cinta sebagai pusat cerita, tetapi juga membawa pembaca menyusuri kehidupan Kota Bandung.

Novel ini mengikuti Dipha, seorang pemuda yang melakukan berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup. Kehidupannya kemudian berubah ketika ia bertemu dengan Vinda, gadis misterius yang memiliki kecintaan terhadap Kota Bandung. Pertemuan mereka berkembang menjadi sebuah hubungan yang penuh warna.

Pembaca diajak melewati berbagai tempat di Bandung seperti Asia Afrika, Braga, Dago, Kalipah Apo, Astana Anyar, hingga Jalan ABC. Kota Bandung tidak hanya menjadi latar, tetapi ikut menjadi bagian dari perjalanan kedua tokohnya.

Menariknya, novel ini memadukan romance dan comedy dengan konflik yang lebih emosional. Di balik dialog-dialog ringan dan kejadian yang menghibur, terdapat tema kehilangan, patah hati, dan penerimaan.

Jadi, kalau kamu ingin membaca romance dengan suaBsana kota yang kuat dan tidak melulu berisi kisah cinta yang manis, Bandung Menjelang Pagi bisa menjadi pilihan.

5. Dago Love Story: Mentari untuk Dago — Skysphire

Terakhir ada Dago Love Story: Mentari untuk Dago karya Skysphire yang diterbitkan pada 2022.

Novel ini bercerita tentang Dago Kalingga, seorang pria dengan kehidupan yang penuh kegelapan. Ia terbiasa dengan kehidupan malam dan tidak percaya bahwa cinta benar-benar ada. Baginya, hubungan dengan perempuan hanyalah sesuatu yang bisa dipermainkan.

Sampai kemudian hadir Shireena Mentari.

Berbeda dengan Dago, Mentari digambarkan sebagai sosok yang hangat dan mampu membawa perubahan dalam kehidupan Dago. Kehadiran Mentari perlahan membuat Dago mengenal arti mencintai seseorang.

Namun, hubungan mereka tidak semudah itu. Perbedaan dunia keduanya membuat hubungan tersebut menghadapi berbagai persoalan. Pertanyaan besarnya kemudian bukan hanya tentang apakah Dago mencintai Mentari, tetapi apakah cinta tersebut cukup untuk membuat mereka tetap bertahan.

Novel ini cocok untuk pembaca yang menyukai trope “cold/dark character meets someone who changes his life” dengan konflik percintaan yang cukup emosional.

Romance yang Tidak Selalu Berakhir Manis

Kelima novel di atas memiliki cerita yang berbeda. Ada yang berbicara tentang pernikahan, cinta lama, perpisahan, kesempatan kedua, hingga seseorang yang perlahan berubah karena kehadiran orang lain.

Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: cinta tidak selalu datang bersama cerita yang mudah.

Justru melalui konflik, kehilangan, dan pilihan-pilihan sulit itulah cerita romance terasa lebih emosional. Pembaca tidak hanya diajak melihat dua orang jatuh cinta, tetapi juga bagaimana mereka menghadapi konsekuensi dari perasaan tersebut.

Jadi, kalau kamu sedang mencari bacaan yang bisa membuatmu tersenyum sekaligus sedikit sakit hati, lima novel ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi reading list.

Tapi satu hal yang perlu disiapkan sebelum mulai membaca: jangan terlalu mudah jatuh cinta pada karakternya. Bisa-bisa kamu yang ikut susah move on.