Konten dari Pengguna

Kapal Fumigasi: Apakah Prosesnya Lama?

Sheren Angelin Tandiawan

Sheren Angelin Tandiawan

Mahasiswi Universitas Ciputra Surabaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sheren Angelin Tandiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber gambar: Ilustrasi diolah menggunakan ChatGPT (OpenAI Image Generator)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar: Ilustrasi diolah menggunakan ChatGPT (OpenAI Image Generator)

Durasi Fumigasi Tergantung Jenis Muatan

Waktu fumigasi kapal bervariasi tergantung jenis kargo, ukuran kapal, dan jenis hama yang dibasmi. Untuk kargo pangan seperti beras, gandum, atau jagung, proses biasanya memakan waktu 24–72 jam. Prosedur ini mencakup tahap persiapan, pemasangan gas fumigan, masa paparan, hingga ventilasi.

Data dari International Pest Management Coalition (IPMC) 2024 menyebutkan bahwa 64% kapal kargo menjalani fumigasi dalam waktu di bawah 48 jam karena muatannya tergolong cepat terpapar fumigan.

Baca Juga SOP Pengecekan Karantina dan Fumigasi Kapal

Namun, jika kargo berisi kayu, biji-bijian, atau barang dengan risiko infestasi tinggi, durasi bisa lebih panjang. Studi oleh FAO menunjukkan bahwa fumigasi kargo kayu memerlukan waktu rata-rata 72 jam agar gas meresap sempurna ke seluruh serat kayu, terutama untuk membasmi kumbang bubuk dan rayap.

Pengaruh Cuaca dan Ventilasi

Faktor cuaca sangat memengaruhi durasi fumigasi. Suhu rendah memperlambat reaksi gas fumigan, sedangkan kelembapan tinggi bisa memengaruhi distribusi gas. Menurut laporan Marine Safety Authority, fumigasi di pelabuhan dengan suhu di bawah 15°C rata-rata memerlukan waktu tambahan 12–18 jam dibanding pelabuhan tropis.

Selain itu, sistem ventilasi kapal juga menentukan kecepatan proses. Kapal dengan sistem ventilasi modern bisa menyelesaikan tahap aerasi dalam 6–8 jam, sedangkan ventilasi manual memerlukan hingga 24 jam untuk memastikan gas benar-benar hilang.

Pelabuhan besar seperti Singapura dan Busan memiliki fasilitas ventilasi terintegrasi yang mampu mempercepat pelepasan gas, sehingga total waktu fumigasi bisa dipangkas hingga 30% dibanding pelabuhan konvensional.

Baca Juga Fumigasi Kapal di Indonesia

Strategi Mempercepat Proses

Beberapa perusahaan pelayaran menerapkan sistem fumigasi in-transit untuk memangkas waktu sandar. Metode ini dilakukan saat kapal masih berlayar menuju pelabuhan tujuan, sehingga proses karantina bisa selesai sebelum kapal tiba. Data dari Australian Department of Agriculture menunjukkan metode ini menghemat waktu rata-rata 2 hari di pelabuhan.

Selain itu, penggunaan fumigan dengan sifat difusi cepat seperti aluminium fosfida dosis rendah terbukti efektif membunuh hama dalam waktu singkat. Penelitian USDA 2023 mencatat bahwa penggunaan dosis 1,5–2 gram/m³ bisa menyelesaikan fumigasi biji-bijian hanya dalam 36 jam.

Dengan perencanaan yang baik, koordinasi dengan pihak karantina, dan teknologi fumigasi modern, kapal bisa meminimalkan waktu tunggu tanpa mengorbankan efektivitas pengendalian hama.

Penulis: Sheren Angelin Tandiawan