Konten dari Pengguna

Tanamkan Cinta Budaya pada Anak, PKM FIB UB Gelar KEBUD dan Srawung Tirtomoyo

Sherly Agusta Nur Amalia

Sherly Agusta Nur Amalia

Mahasiswi Universitas Brawijaya 2023 Fakultas Ilmu Budaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sherly Agusta Nur Amalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pentas Seni Srawung Tirtomoyo. Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Pentas Seni Srawung Tirtomoyo. Sumber: Dokumen Pribadi

Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya menggelar program KEBUD (Kelas Budaya) di Desa Tirtomoyo, Kabupaten Malang, pada 20 Juli–2 Agustus 2025. Program ini menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam rangkaian acara Pentas Srawung Tirtomoyo, yang merupakan puncak kegiatan budaya unyuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi di kalangan generasi muda.

Program ini tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga wadah pertemuan antara nilai-nilai tradisional dan semangat kebersamaan warga. Melalui Pentas Srawung Tirtomoyo, mahasiswa berupaya menghadirkan pengalaman budaya yang edukatif, khususnya bagi anak-anak di Desa Tirtomoyo.

Anak-anak Bermain Karawitan. Sumber: Dokumen Pribadi

Salah satu program unggulan dalam kegiatan ini adalah Kelas Budaya (KEBUD), yang dilaksanakan mulai 20 Juli hingga 2 Agustus 2025. KEBUD terbagi menjadi tiga kelas pembelajaran, yakni kelas karawitan, kelas tari, dan kelas mendongeng. Selama dua minggu, peserta yang mayoritas merupakan anak-anak dilatih secara intensif oleh mahasiswa PKM. Pelatihan tidak hanya menekankan pada keterampilan seni pertunjukan, tetapi juga pengenalan nilai-nilai budaya Jawa yang terkandung dalam setiap gerak tari, alunan karawitan, dan lakon drama yang dipelajari.

Tari Tradisional. Sumber: Dokumen Pribadi

Antusiasme peserta terlihat jelas selama pelaksanaan kelas. Anak-anak memanfaatkan waktu luang mereka untuk mempelajari kesenian lokal, yang mungkin jarang mereka temui di lingkungan sekolah formal. Proses pembelajaran ini memberi kesempatan kepada mereka untuk mengenal, menghayati, dan merasa bangga terhadap warisan budaya yang dimiliki.

Pentas Srawung Tirtomoyo. Sumber: Dokumen pribadi

Hasil dari pembelajaran tersebut ditampilkan dalam pentas Srawung Tirtomoyo pada Minggu, 3 Agustus 2025. Pertunjukan ini menampilkan karya seni drama tari dan musik (sendratasik) yang mengangkat cerita sejarah Tirtomoyo. Tujuannya adalah memperkenalkan sejarah dan kebudayaan setempat, sekaligus menanamkan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya melestarikan tradisi.

Acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Kehadiran warga yang antusias menambah semarak suasana Srawung Tirtomoyo. Pertunjukan dikemas dengan tema tempo dulu, lengkap dengan spot foto yang memperkenalkan ragam kesenian Tirtomoyo, mulai dari anyaman bambu, batik tulis, hingga koleksi barang antik.

Melalui Srawung Tirtomoyo, mahasiswa FIB UB berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan dampak positif bagi pelestarian tradisi dan penguatan identitas budaya.