Konten dari Pengguna

3 Langkah Cari Cuan di Eropa sambil Rebahan dari Indonesia!

Shiela Riezqia

Shiela Riezqia

- - - - - -

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shiela Riezqia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rindu rebahan tapi tetap mendapat cuan? Bermacet ria bukan jalan kalian tetapi ingin hidup seperti sultan?

Jangan khawatir dan jangan gundah. Ada kesempatan emas dari negara berteknologi tinggi di utara dunia, Estonia.

Estonia adalah negara pertama di dunia yang menawarkan E-Residency. Dengannya, kalian bisa berbisnis di Estonia dengan akses pasar ke 27 negara anggota Uni Eropa (UE).

Dengan lebih dari 500 juta penduduk dengan pendapatan per kapita sebesar US$38.000, pasar UE memang sangat menggiurkan!

Suasana Pusat Kota Tallinn, Estonia. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Perlu diingat ya, mendapatkan E-Residency bukan berarti mendapatkan kewarganegaraan Estonia. E-Residency adalah layanan untuk mempermudah kalian berbisnis tanpa perlu berada secara fisik di Estonia.

Sejauh ini, lebih dari 50.000 orang dari 165 negara telah memperoleh E-Residency dan mendirikan 6.000 perusahaan di Estonia.

E-Residency dapat digunakan oleh para pekerja lepas/freelancer, konsultan, wirausahawan independen, dan wirausahawan digital lainnya. Bidangnya pun beragam, misalnya teknologi, gim, agensi digital, periklanan, pemasaran, dan desain.

Pemandangan Kota dan Pelabuhan Tallinn, Estonia, di Penghujung Musim Dingin, Maret 2022. (Sumber: Koleksi Pribadi)

Pasti susah ya caranya? Gampang saja kok. Yuk, ikuti langkah-langkahnya!

1. Buat Permohonan E-Residency

Kalian dapat membuat permohonan E-Residency pada laman Estonian Police and Border Guard Board. Biayanya sebesar €130 atau sekitar Rp2.000.000.

Dokumen yang kalian perlukan adalah biodata, pernyataan motivasi, serta salinan lunak kartu identitas/paspor dan pas foto. Jangan lupa pilih lokasi pengambilan E-Residency kit-nya, ya!

Mudahnya, seluruh proses pada tahap ini hanya memakan waktu 30 menit dan dilakukan secara daring tanpa beranjak dari sofa.

Cendera Mata Khas Estonia di Tallinn Christmas Market, November 2019. (Sumber: Koleksi Pribadi)
Boneka Khas Estonia di Tallinn Christmas Market, November 2019. (Sumber: Koleksi Pribadi)

2. Tunggu dengan Sabar

Selanjutnya, Estonian Police and Border Guard Board akan memeriksa permohonan kalian. Tahap ini memakan waktu selama 8-30 hari. Apabila permohonan disetujui, kalian akan menerima surel pemberitahuan.

Setelah itu, E-Residency kit akan dikirimkan dalam waktu 2-5 minggu ke lokasi pengambilan yang telah kalian pilih di tahap awal.

Mari sabar menunggu, karena katanya, orang sabar disayang Tuhan. Semoga kesabaran kalian berbuah manis, ya!

Estonia yang Terus Membangun, Maret 2022. (Sumber: Koleksi Pribadi)

3. Aktifkan Identitas Digital E-Residency

Kartu E-Residency akan otomatis aktif dalam 24 jam setelah kalian ambil. Selanjutnya, kalian akan diminta menginstalasi sebuah perangkat lunak (ID-software) untuk menggunakan identitas digital E-Residency.

Identitas digital ini adalah dasar untuk mendirikan perusahaan virtual, membuka akun bank, menyewa kantor virtual, dan segala layanan yang kalian perlukan dalam ekosistem E-Estonia.

Mudah, bukan? Sudah siap mengembangkan sayap ke Eropa dari Indonesia? (sr/Sesdilu74)

Berfoto Sejenak Setelah Berdiskusi dengan Pihak E-Estonia Briefing Center di Tallinn, Estonia, November 2019. (Sumber: Koleksi Pribadi)