Ayah, Kenapa Kita Sulit Berbincang?

Mahasiswi - Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Shifa Rahmi Mulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ayah, Kenapa Kita Sulit Berbincang?
Ada banyak hal yang sebenarnya ingin diceritakan kepada ayah. Tentang hari yang melelahkan, masalah di sekolah atau kuliah, pekerjaan, pertemanan, bahkan tentang hal-hal kecil yang terjadi hari ini. Tapi entah kenapa, ketika berhadapan dengan ayah, kata-kata itu sering hilang begitu saja.
Mungkin bukan karena tidak sayang. Bukan juga karena tidak dekat. Hanya saja, ada jarak yang terkadang sulit dijelaskan antara seorang anak dan ayahnya.
Ayah mungkin terbiasa menunjukkan kasih sayang melalui tindakan. Membiayai sekolah, mengantar ketika pergi, memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi, atau diam-diam memperhatikan dari jauh. Bagi ayah, mungkin itulah cara mengatakan, “Ayah sayang kamu."
Sementara bagi anak, terkadang kasih sayang juga ingin dirasakan melalui percakapan.
“Ayah, aku ingin cerita. Bukan untuk dihakimi, bukan juga untuk langsung diberi solusi. Aku hanya ingin didengarkan.”
Tidak semua anak berani bercerita kepada ayah. Ada yang takut dimarahi, dianggap lemah, atau justru mendapat jawaban yang membuat mereka memilih untuk diam. Akhirnya, anak lebih nyaman bercerita kepada teman, pasangan, bahkan orang asing di internet.
Padahal, komunikasi antara ayah dan anak tidak harus selalu membicarakan sesuatu yang serius. Bisa dimulai dari hal sederhana: bertanya bagaimana hari anak, mendengarkan ceritanya, atau sekadar duduk bersama tanpa memainkan ponsel.
Begitu juga dengan anak. Ayah mungkin bukan orang yang selalu pandai mengungkapkan perasaan. Kadang ayah juga ingin dekat, tetapi tidak tahu bagaimana memulainya.
Anak perempuan maupun anak laki-laki sama-sama membutuhkan sosok ayah yang mau hadir dan mendengarkan. Bentuk kebutuhannya mungkin berbeda, tetapi keinginan untuk merasa dipahami tetap ada.
Mungkin selama ini kita sama-sama menunggu. Anak menunggu ayah memulai percakapan, sementara ayah menunggu anak datang bercerita.
Jadi, Ayah, kenapa kita sulit berbincang?
Mungkin sudah waktunya salah satu dari kita memulai.
Tidak perlu percakapan panjang. Tidak perlu kata-kata yang sempurna.
Cukup dengan satu pertanyaan sederhana:
“Gimana hari ini, nak?”
Kadang, dari pertanyaan sesederhana itu, sebuah hubungan yang terasa jauh bisa perlahan menjadi dekat kembali.
