Konten dari Pengguna

Biasanya Dibuang, Limbah Sekam Padi Diubah Menjadi BRIKET Bernilai Jual Tinggi

Shinta Marta Lorenza

Shinta Marta Lorenza

Undergraduate Logistic and Management Student at Universitas Diponegoro , Inter-Provincial Youth Exchange 2022 Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia, Tourism Ambassador Kendal Regency 2021

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shinta Marta Lorenza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sukoharjo (28/01/2024) Limbah sekam padi yang ada di Desa Mertan biasanya hanya dijual atau dibuang begitu saja. Penghasilan yang di dapat biasanya dari penjualan sekam padi hanya berkisar Rp 2500 - Rp 3000 per karung besar. Dengan added value, limbah sekam padi tersebut bisa diolah menjadi briket yang bernilai jual tinggi. Briket adalah sumber energi yang berasal dari biomassa yang bisa digunakan sebagai energi alternatif pengganti, minyak bumi dan energi lain. Pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro TIM I Tahun 2023/2024, Mahasiswa KKN di Desa Mertan mencoba membuat Briket dari Limbah Sekam Padi, melihat potensi desa yang besar berada pada bidang pertanian, limbah sekam padi dapat diolah menjadi Briket uang Bernilai jual. Proses Pembuatan Briket dari limbah sekam padi dilaksanakan dengan dua kali uji coba dengan bahan yang sangat sederhana yaitu sekam padi, tepung tapioka, dan air.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Briket dari Limbah Sekam Padi dilaksanakan pada Hari Minggu, 28 Januari 2024 di Dusun Tangkluk, Desa Mertan, Kec. Bendosari, Kabupaten Sukoharjo yang dihadiri oleh Beberapa Kelompok Tani, dan Ibu - Ibu PKK Dusun Tangkluk yang mayoritas adalah petani dan memiliki Limbah Sekam Padi.

Sukoharjo (28/01/2024) Dokumentasi Bersama Kelompok Tani dan Ibu - Ibu Dusun Tangkluk, Desa Mertan, Kec. Bendosari, Kab. Sukoharjo dalam pelaksanaan Program Multidisiplin Pengolahan Sekam Padi Menjadi Briket Bernilai Jual Tinggi oleh KKN UNDIP TIM I Tahun 2023/2024 Desa Mertan.
zoom-in-whitePerbesar
Sukoharjo (28/01/2024) Dokumentasi Bersama Kelompok Tani dan Ibu - Ibu Dusun Tangkluk, Desa Mertan, Kec. Bendosari, Kab. Sukoharjo dalam pelaksanaan Program Multidisiplin Pengolahan Sekam Padi Menjadi Briket Bernilai Jual Tinggi oleh KKN UNDIP TIM I Tahun 2023/2024 Desa Mertan.

Mahasiswa KKN UNDIP melakukan pemaparan materi sebagai pengantar pelatihan yang berisi terkait Limbah Sekam Padi yang dapat diubah menjadi Briket bernilai jual tinggi, Manfaat Briket, Perbedaan Briket dengan Arang, serta alat bahan dan cara pembuatan Briket dari sekam padi, dilanjutkan dengan kegiatan demonstrasi praktik pembuatan Briket dari Sekam Padi. Selain pemaparan materi dan Demonstrasi praktik, adapun sesi tanya jawab, sharing, dan pengenalan tekstur briket yang baik kepada Kelompok tani dan Ibu - Ibu PKK Dusun Tangkluk, Desa Mertan, Kec. Bendosari, Kab. Sukoharjo.

Adapun cara pembuatan Briket dari sekam padi sebagai berikut :

  1. Bakar 1 kg Sekam Padi sambil di aduk hingga berubah warna menjadi hitam (jangan sampai jadi abu)

  2. Angkat dan dinginkan lalu tumbuk sekam padi hingga halus

  3. Ayak sekam padi yang sudah ditumbuk menggunakan saringan.

  4. Ambil bagian yang halus dan campurkan dengan adonan perekat (tepung tapioka yang sudah dilarutkan dengan air panas)

  5. Masukkan sekam padi yang sudah dicampur adonan perekat kedalam cetakan

  6. Padatkan dan keluarkan dari cetakan.

  7. Jemur Briket hingga kering, dan briket siap digunakan.

Keuntungan dari Briket sendiri dibandingkan dengan Arang, Briket lebih unggul karena Mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli bahan bakar rumah tangga petani, Memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini terbuang percuma sebagai bahan bakar, Memperoleh nilai tambah dari hasil sampingan beras, Menjaga kebersihan lingkungan dari timbunan sampah, dan Tidak menghasilkan asap dan bau agar bisa memasak dengan aman dan nyaman.