Konten dari Pengguna

Menjalani Long Distance Relationship dengan Mindful

Shintya Aprillia

Shintya Aprillia

fresh graduate bachelor of psychology

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shintya Aprillia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai makhluk sosial, keterlibatan dalam menjalin relationship merupakan suatu aspek yang tak terelakkan di kehidupan sehari-hari. Secara alami, kita terhubung dengan berbagai individu mulai dari keluarga, teman, sahabat, atau bahkan kekasih. Lantas, apakah selama ini kita menjalin hubungan dengan orang lain akan selalu baik-baik saja? Tentunya tidak selamanya akan berjalan mulus.

(Sumber: https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
(Sumber: https://pixabay.com/id/)

Konflik pun tak jarang mewarnai perjalanan kita dalam berelasi. Munculnya konflik sangatlah wajar, yang menjadi tidak wajar ketika kita membiarkan konflik tanpa adanya penyelesaian yang baik dan tidak adanya introspeksi diri masing-masing. Maka dari itu, sangat penting untuk dapat mengenal dan memahami relationship yang kita jalani. Mengenai sejauh mana kita mampu mengelola konflik dan menjaga hubungan tetap sehat dan berkembang.

Pandangan Mindfulness mengenai relationship

Filosofi mindfulness sendiri dari kata ‘sati’ yang memiliki arti perhatian. Mindfulness berarti bagaimana kita bisa merasakan secara penuh pada saat ini, bukan mengkhawatirkan masa lalu ataupun masa yang akan datang yang memang belum pasti terjadi. Singkatnya, mindfulness merupakan hadir penuh sadar utuh. Mindfulness dan relasi memahami bahwa relasi berkaitan dengan perilaku kita meliputi perbuatan, perkataan, reaksi, dan respon. Ketika kita kurang memahami esensi relasi dapat menimbulkan sejumlah masalah, mulai dari kesalahpahaman hingga konflik yang lebih mendalam.

Relationship yang dijalani dengan menghadirkan mindfulnesss bukan hanya tentang menyadari tindakan kita sendiri, tetapi juga tentang membuka diri terhadap pengalaman orang lain dengan penuh kehadiran dan pengertian. Dengan mindful, kita dapat menggantikan reaksi impulsif menjadi respon yang terkendali dan bijaksana. Dalam mengembangkan keterampilan ini, perlu kita tahu bahwa yang harus dilakukan adalah memperkaya kualitas interaksi sosial, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, dan mendukung pertumbuhan bersama. Dengan demikian, mindfulness dalam relasi mengajarkan kita untuk melihat dan meresapi relasi sebagai suatu yang dinamis, menghadirkan kebijaksanaan dalam setiap tindakan kita.

Pentingnya Mindfulness relationship

Dengan berelasi, sebenarnya adalah perjalanan kita untuk mengeksplorasi diri kita sendiri karena ibarat relasi itu seperti cermin. Relasi memantulkan gambaran tentang siapa kita sebenarnya.

(Sumber: https://pixabay.com/id/)

Misalnya, ketika menjalin LDR (Long Distance Relationship) karena pasangan harus menempuh pendidikan. Ketika kita mindful atas keadaan tersebut akhirnya menjadi sadar bahwa, “Oh, ternyata aku orangnya sangat takut kesepian, ya”. Dengan memahami keadaan tersebut, muncul pemahaman yang mendalam bahwa terdapat kecenderungan diri yang sebelumnya tersembunyi. Dengan penerapan mindfulness dalam relasi memiliki beberapa dampak yang sangat signifikan seperti:

  1. Menciptakan relationship yang sehat

  2. Mengenal diri sendiri melalui refleksi atas relasi dengan orang lain

  3. Mengawasi diri sendiri karena sebagai manusia kita mempunyai kecenderungan self-centered (contohnya: merasa paling benar)

  4. Tidak mudah judge orang lain

  5. Meningkatkan kualitas relationship karena pemahaman diri yang lebih baik

  6. Mengelola emosi dalam relationship dengan baik

Tips berelasi dengan mindful

Berelasi dengan mindful, hadir penuh sadar utuh bukan hanya suatu konsep filosofis, melainkan juga sebuah keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa tips untuk berelasi dengan mindful:

  1. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Kunci utama adalah mendengarkan dengan sepenuh hati. Terkadang, kta cenderung mendengarkan hanya untuk merespons, bukan untuk memahami.

  2. Menumbuhkan keterampilan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik adalah landasan dari hubungan yang sehat. Saat berelasi dengan mindful, kita berupaya untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan jelas dan terbuka.

  3. Mengendalikan reaksi emosional yang mungkin merugikan hubungan. Ketika dihadapkan dalam situasi konflik, sangat penting untuk dapat mengendalikan reaksi emosional kita. Mindfulness memberikan ‘jeda’ untuk mengamati perasaan kita tanpa langsung bereaksi. Dengan demikian, dapat merespons secara bijak dan meminimalkan potensi keretakan pada hubungan.

  4. Kesadaran penuh dalam berelasi. Berelasi dengan mindful bukan hanya tentang saat-saat penting atau serius, tetapi juga tentang setiap momen kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Since loving is about knowing, we have more meaningful love relationships when we know each other and it takes time to know each other.

-Bell Hooks-

Referensi

Alidina, S. (2010). Mindfulness For Dummies. John Wiley & Sons.