Konten dari Pengguna

Co-Founder Holycow, Lucy Wiryono Ungkapkan Inovasi 'Jual Makanan': Masalahnya berasal dari "Suka Makan Enak Gak Mau Bayar Mahal"

Shiva Samara

Shiva Samara

šŸŽ€

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shiva Samara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Co-Founder Holycow, Lucy Wiryono Ungkapkan Inovasi 'Jual Makanan': Masalahnya berasal dari "Suka Makan Enak Gak Mau Bayar Mahal"
zoom-in-whitePerbesar

(Ballroom Kuningan City Mall, 30/9/2017)

Bicara tentang inovasi, terutama di dunia kuliner tentu tidak akan pernah ada habisnya. Selain sebagai pemenuh kebutuhan, makanan rupanya telah menjadi suatu tren ataupun kesenangan. Berbagai macam jenis makanan dan tempat makan yang menjamur dan penuh inovasi saat ini mewarnai dunia kuliner di Indonesia. Salah satunya adalah kemunculan Holycow SteakHouse by Chef Afits yang saat ini menjadi salah satu 'warung' steak paling hits di Indonesia.

Lucy Wiryono sebagaiĀ  co-founder Holysteak yang sekaligus merupakan istri dari Chef Afits mengungkapkan tentang inovasi makanan yang dijualnya. Apa yang dibangun bersama suaminya berasal dari suatu masalah, "ya sebenarnya karena suka makan enak tapi gak mau bayar mahal", ungkapnya saat menyeritakan bagaimana awal mula ide itu muncul dari kecintaan saat makan wagyu yang dirasa cukup mahal karena hanya ada di restoran-restoran tertentu. Dikarenakan harga yang cukup mahal, tentu tidak bisa sering-sering makan enak dijadikan alasan kuat untuk mencoba usaha di bidang kuliner.

Co-Founder Holycow, Lucy Wiryono Ungkapkan Inovasi 'Jual Makanan': Masalahnya berasal dari "Suka Makan Enak Gak Mau Bayar Mahal" (1)
zoom-in-whitePerbesar

(Suasana talkshow dalam rangka seleksi calon wartawan Kumparan)

Wanita yang sebelumnya berprofesi sebagai presenter di salah satu satsiun TV swasta itu kini telah mengembangkan bisnisnya hingga memiliki 21 cabang Holycow. Lika-liku dan perjalanan bisnisnya tentu dilalui dan dijalani dengan konsisten dan penuh passion. "Benang merahnya sama, makanan itu harus enak, ngangenin, dan harganya terjangkau", tambah Lucy saat menjadi pembicara di talkshow seleksi calon wartawan Kumparan di Ballroom Kuningan City Mall, Jakarta Selatan Sabtu, 30 September 2017.

Inovasi dan pengembangan terus dilakukan, tidak hanya Holycow, kini Lucy beserta suami juga membuka Holyseafood, Holynasgor, dan Flip Burger. Inovasi serta pengembangaan ini juga tetap tidak jauh-jauh dari makanan, akan tetapi inovasi dari segi marketing juga diluncurkan untuk menjangkau target dan sasaran pasar yang direncanakan. Untuk kualitas makanan tentu merupakan prioritas yang harus sangat diperhatikan. Contohnya pembuatan flip burger ternyata telah mengalami riset dan pengerjaan yang serius selama dua tahun sampai akhirnya benar-benar bisa dipasarkan.

Co-Founder Holycow, Lucy Wiryono Ungkapkan Inovasi 'Jual Makanan': Masalahnya berasal dari "Suka Makan Enak Gak Mau Bayar Mahal" (2)
zoom-in-whitePerbesar

Keseriusan menjalani bisnis kuliner nampaknya sangat didukung oleh passion Lucy. Dia mengungkapkan bahwa passion dirinya saat ini tidak hanya tentang pekerjaan apa yang sedang digeluti akan tetapi dampak apa yang diberikan untuk membuat orang bahagia. Sebagai seseorang yang awal karirnya mengisi dunia broadcastingyaitu sebagai penyiar radio, membuat orang bahagia ternyata tidak hanya bisa ia lakukan dengan menghibur orang melalui radio dan televisi. Dia menambahkan bahwa menyediakan makanan yang enak dan murah tentu juga sudah membuat orang menjadi bahagia. Jadi tidak ada alasan utuk mundur dan menyerah dalam berinovasi, pikirkan dampak serta manfaat apa yang akan dirasakan oleh orang di sekitar kita dan konsistenlah.

(oleh: Shiva Dwi Samara Tungga)

S